Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Melaju ke Final Swiss Open 2026
📅 Minggu, 15 Mar 2026, 04:59 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraJAKARTA — Harapan Indonesia untuk meraih gelar DI Swiss Open 2026 tetap terjaga setelah dua wakil, Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani, berhasil menembus partai puncak turnamen yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3) dini hari WIB.
Alwi memastikan tiket final sektor tunggal putra setelah menyingkirkan pebulu tangkis Tiongkok, Li Shi Feng, dalam dua gim langsung 21-10, 21-19. Kemenangan ini menjadi pembalasan bagi Alwi atas kekalahannya dari Li pada China Open 2025 sekaligus membuat rekor pertemuan mereka kini imbang 1-1.
Sejak awal pertandingan, Alwi tampil agresif dan langsung memegang kendali permainan. Ia membuka keunggulan 4-2 sebelum memperlebar jarak menjadi 6-3 dan kemudian 8-3 setelah Li melakukan kesalahan saat melakukan smes. Meski sempat terjatuh ketika berusaha mengadang serangan lawan, Alwi tetap mampu menjaga keunggulan hingga menutup interval gim pertama dengan skor 11-4.
Selepas jeda, permainan Alwi semakin solid. Ia tampil lebih ulet dalam reli panjang, sementara Li kerap melakukan kesalahan sendiri. Alwi pun terus menjauh hingga 17-9 sebelum menutup gim pertama dengan kemenangan telak 21-10.
Pada gim kedua, Li mencoba bangkit. Juara Asian Games 2022 itu sempat berbalik unggul 5-3 dan memperlebar jarak hingga 11-5 saat interval. Bahkan Li sempat memimpin cukup jauh 16-10.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Alwi tidak kehilangan ketenangan. Perlahan ia mengejar ketertinggalan dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 18-16 setelah terus menekan permainan lawannya. Di fase akhir pertandingan, reli panjang kerap terjadi hingga akhirnya Alwi meraih match point pada skor 20-18 setelah pukulan Li menyangkut di net.
Li sempat memperkecil jarak menjadi 19-20, tetapi reli sengit terakhir memastikan Alwi menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19 dan melangkah ke final.
Keberhasilan juga diraih Putri Kusuma Wardani di sektor tunggal putri. Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu menyingkirkan mantan nomor satu dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara, lewat kemenangan dua gim langsung 21-16, 21-13.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putri mengakui kesabaran menjadi kunci untuk menaklukkan pemain dengan pertahanan kuat seperti Okuhara. Ia sudah mempersiapkan diri menghadapi reli panjang sejak sebelum pertandingan dimulai.
“Dari awal masuk lapangan saya sudah menyiapkan diri untuk siap capek karena melawan Okuhara pasti tidak gampang mati. Dia punya pertahanan yang sangat baik dan pukulan spekulatif,” ujar Putri dalam rilis PBSI.
Pada gim pertama, Putri sempat kesulitan menembus pertahanan lawan karena Okuhara memilih bermain defensif dan menunggu kesalahan. Namun setelah interval, Putri mengubah pendekatan dengan bermain lebih sabar dan memperpanjang reli.
“Setelah interval saya coba bermain lebih aman, lebih banyak rally, dan akhirnya dia banyak mati sendiri,” kata Putri.
Keberhasilan menembus final ini menjadi pencapaian penting bagi Putri setelah dalam sejumlah turnamen sebelumnya ia kerap terhenti sebelum partai puncak. Ia pun bertekad menjaga konsistensi pada laga final nanti.
“Ini final pertama saya tahun ini, jadi saya ingin tetap fokus dan menjaga konsistensi. Siapa pun lawannya saya siap,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!