- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Pastikan Militer AS ...
Trump Pastikan Militer AS Tak Akan Pulang Sebelum Operasi Militer di Iran Selesai
Kamis, 12 Mar 2026, 17:10 WIBWASHINGTON -Â Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pihaknya telah memenangkan peperangan melawan Iran menyusul rangkaian serangan udara masif dalam 11 hari terakhir. Berbicara dalam sebuah acara di Kentucky, Rabu (11/3), Trump menggambarkan operasi militer yang menewaskan lebih dari 1.300 orangâtermasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameneiâsebagai sebuah "darmawisata" singkat untuk menyingkirkan ancaman di Timur Tengah.
Meski menyatakan kemenangan sudah di tangan, Trump menegaskan pasukan AS tetap tidak akan ditarik mundur hingga misi penghancuran kekuatan militer Iran benar-benar tuntas.
"Kami tidak akan pergi sampai pekerjaan itu selesai dan itu akan sangat cepat, akan sangat cepat," kata Trump dalam sebuah acara di Kentucky, Rabu (11/3).
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Trump menambahkan bahwa pihaknya telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut milik Iran. Dia juga mengatakan bahwa operasi militer tersebut sudah mencapai kesuksesan besar. Namun, Trumpi mengingatkan bahwa ia lebih memilih untuk tidak menyatakan kemenangan terlalu dini.
"Kami telah menang. Saya beri tahu Anda, kami telah menang. Anda tahu, Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kami menang. Kami memenangkan taruhan, pada jam pertama; semuanya sudah berakhir," ucapnya.
Trump kembali menegaskan bahwa AS melakukan apa yang ia sebut sebagai "darmawisata".
"Anda tahu excursion? Kami harus melakukan perjalanan kecil untuk menyingkirkan beberapa orang jahat, sangat jahat. Itu seharusnya sudah dilakukan sejak 47 tahun lalu. Mereka telah membunuh rakyat kami," katanya.
Dia mengatakan bahwa Iran sudah "siap".
"Mereka sangat kuat, Anda tahu. Mereka akan mencoba menguasai seluruh Timur Tengah. Mereka akan menghancurkan Israel. Mereka tidak tahu apa yang menghantam mereka, bukan? Mereka tidak tahu bahwa mereka dihantam oleh militer Amerika. Mereka tidak mengharapkan hal seperti ini," ucap Trump.
Dia menambahkan bahwa AS tidak ingin menyelesaikan operasi militer itu terlalu cepat.
"Kami tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini. Selama 11 hari terakhir, militer kami secara praktis telah menghancurkan Iran, negara yang keras," ujarnya.
Sumber: Anadolu
- konflik timur tengah
- donald trump
- militer amerika serikat
- perang as iran
- operasi militer as
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
3.367 Pelajar Lolos SNBP 2026 di Universitas Jember dari 13.755 Pendaftar
-
PMI Bertahan di Zona Ekspansi: Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.