Kementan, BRIN dan Kemendiktisaintek Perkuat Sinergi Riset demi Dukung Swasembada Pangan

Kamis, 12 Mar 2026, 14:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi riset dengan Kemendiktisaintek dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kerja sama ini mendukung swasembada pangan dan hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Kesepakatan bersama ditandatangani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3). Penandatanganan melibatkan Menteri Pertanian, Mendiktisaintek, dan Kepala BRIN.

Ket. Foto: — Sumber: Biro Humas Kementan

Kerja sama ini memperkuat kolaborasi pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi. Tujuannya menghasilkan inovasi yang langsung diterapkan pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kuat. Menurut dia, penelitian harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertanian pangan tidak mungkin maju tanpa inovasi,” kata Mentan Amran dalam keterangannya.

Ia menilai banyak penelitian bagus berhenti pada publikasi ilmiah. Menurut dia, riset perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan program pemerintah. Hal itu agar inovasi dapat masuk ke industri.

“Jika inovasi masuk kebijakan pemerintah, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ucap dia seraya berharap kolaborasi ini mempercepat pembangunan pertanian nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut kolaborasi ini penting bagi perguruan tinggi. Menurut dia, kampus perlu berkontribusi langsung pada swasembada pangan nasional.

Ia mengatakan banyak penelitian akademik belum mampu masuk pasar komersial. Kondisi itu terjadi karena kurangnya kolaborasi dengan industri dan pemerintah.

“Lebih dari 90 persen penelitian akademik tidak masuk pasar komersial. Karena itu kolaborasi riset dan industri sangat dibutuhkan,” ucap dia.

Brian mengatakan pihaknya akan mengkonsolidasikan perguruan tinggi di Indonesia. Fokusnya pada pengembangan riset komoditas strategis pangan nasional.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai pertanian menjadi fondasi penting peradaban bangsa. Karena itu sektor ini harus didukung riset dan teknologi kuat.

Menurut dia, BRIN telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional. Tujuannya menyelaraskan riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

BRIN juga telah menghasilkan 188 paten di bidang pangan. Berbagai inovasi tersebut siap dimanfaatkan oleh industri.

“Kami ingin riset BRIN dimanfaatkan industri dan pemangku kepentingan,” kata Arif.

Ia menegaskan BRIN siap mendukung hilirisasi inovasi pangan.

Kesepakatan ini mencakup sinkronisasi program riset berbagai komoditas strategis. Di antaranya padi, jagung, kedelai, gandum, dan sorgum.

Komoditas lain meliputi bawang putih, sawit, kelapa, kopi, kakao, gambir, lada, dan pala. Kerja sama juga mencakup ayam dan alat mesin pertanian.

Kolaborasi ini juga mencakup pupuk, pengolahan pascapanen, dan teknologi pertanian modern. Pemanfaatan bersama sarana riset juga menjadi bagian kerja sama.

Kesepakatan ini melibatkan sedikitnya 18 perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Selain itu, para pihak akan memperkuat pertukaran data dan informasi riset. Hasil penelitian diharapkan mempercepat hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Pemerintah berharap inovasi pertanian berkembang lebih cepat melalui sinergi ini. Langkah tersebut memperkuat kemandirian pangan dan daya saing global Indonesia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.