Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja
Rabu, 19 Agu 2026, 18:47 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di sekitar RTH Cihanja, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap. Meski kawasan tersebut memiliki mata air, warga di sekitarnya masih menghadapi kendala untuk mendapatkan akses air bersih.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi permukiman warga yang berada lebih tinggi dibandingkan sumber mata air. Selain itu, kedalaman sumber air menjadi tantangan tersendiri untuk dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
"Harus diakui karena memang kedalamannya terlalu jauh, bahkan kadang-kadang sampai 100 meter," ujar Wali Kota Farhan saat ditemui di RTH Cihanja, Selasa (18/8).
Wali Kota Farhan menjelaskan, meskipun terdapat mata air di kawasan tersebut, tidak berarti sumber air itu dapat langsung dimanfaatkan oleh seluruh warga. Kondisi elevasi dan kedalaman menjadi kendala tersendiri untuk mendistribusikan air ke permukiman.
Karena itu, Pemkot Bandung saat ini masih menggunakan sejumlah solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di titik-titik yang dianggap paling krusial.
"Untuk titik-titik yang sudah sangat krusial kita masih kirim tangki," kata dia.
Selain distribusi air menggunakan tangki, Pemkot Bandung juga mengupayakan pembangunan sarana air bersih melalui program reses dan pokok-pokok pikiran (pokir) di lokasi yang memungkinkan untuk mendapatkan akses air bersih.
Wali Kota Farhan menyatakan, berbagai langkah tersebut masih bersifat sementara. Penyediaan jaringan air perpipaan melalui Perumda Air Minum menjadi solusi jangka panjang yang harus dikembangkan.
"Jangka panjang itu hanya PDAM. Enggak boleh ada jangka panjang lain selain PDAM," tegas dia.
Untuk memperkuat pasokan air baku, Wali Kota Farhan mengatakan, Pemkot Bandung dan Indonesia Power masih membahas terkait rencana pengambilan air dari kawasan Saguling dan Cirata.
Pemkot Bandung, kata dia, tengah berupaya mendapatkan akses untuk menarik sekitar 3.500 liter air per detik dari sumber tersebut. Namun, proses tersebut masih menghadapi pembahasan dengan pihak Indonesia Power.
"PDAM ini sekarang kita masih tarik-menarik dengan Indonesia Power untuk bisa menarik 3.500 liter per detik dari Saguling dan Cirata. Indonesia Power-nya belum memberikan," ujar dia.
Wali Kota Farhan memastikan, sambil menunggu solusi jangka panjang melalui penguatan sistem PDAM, Pemkot Bandung akan tetap memenuhi kebutuhan warga dengan langkah-langkah sementara.
Khusus bagi warga di sekitar RTH Cihanja, distribusi air melalui mobil tangki dan pembangunan sarana air bersih akan terus disesuaikan dengan kondisi serta tingkat kebutuhan di lapangan.
"Yang di sini bagaimanapun juga sekarang solusinya semua masih sementara. Sarana air bersih atau kirim truk. Karena yang jangka panjang tetap harus menggunakan PDAM," pungkas dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Akses Air Bersih
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU
-
Manchester United vs AC Milan: Reuni Amorim Jadi Sorotan di Laga Terakhir Pramusim
-
Pemkot Bandung Berupaya Hadirkan Infrastruktur yang Ramah Bagi Pesepeda hingga Disabilitas
-
Disbudpar Kota Bandung Gelar Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026
-
Kesabaran Swiatek Uji Ketajaman Rybakina
-
Bos Aprilia Siap Rusak Pesta Marc Marquez di Kandang Sendiri
-
Krisis Air Bersih di Grobogan, Warga Andalkan Belik untuk Mandi hingga Minum Ternak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.