BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah II (Pulau Jawa) sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional dan kelengkapan sarana prasarana.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar seluruh fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.
“Ada 1.512 SPPG kita hentikan sementara operasionalnya, ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta persyaratan sarana dan prasarana di sejumlah SPPG,” ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).
Berdasarkan data evaluasi, jumlah 1.512 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di beberapa provinsi di Wilayah II, dengan rincian DKI Jakarta sebanyak 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit, dan DI Yogyakarta 208 unit.
Dony mengemukakan, penghentian sementara dilakukan karena beberapa SPPG belum memenuhi sejumlah persyaratan dasar operasional, salah satunya belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari hasil evaluasi, tercatat 1.043 SPPG belum mendaftarkan sertifikat tersebut. Selain itu, BGN juga menemukan 443 SPPG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.
Permasalahan lain yang ditemukan yakni belum tersedianya tempat tinggal (mess) bagi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan di sejumlah unit layanan. Kondisi ini tercatat pada 175 SPPG, dengan rincian Banten 36, Yogyakarta 86, Jabar 24, Jawa Tengah 10, dan Jawa Timur 19.
BGN juga akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. “Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” ucap Dony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sehat dan Bergizi
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana menegaskan MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, merupakan contoh makanan sehat dan bergizi yang tidak mahal.
“Menu makanan MBG cukup lengkap dan tidak mahal, terkandung di dalamnya ada protein, karbohidrat, serat, vitamin dari buah dan sayuran,” kata Sri Meliyana seusai melakukan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (10/3).
Menurut dia, makanan bergizi itu tidak harus mahal karena banyak pilihan dan tersedia sesuai dengan kondisi suatu daerah seperti telur dan sayuran. “Inti dari MBG adalah menyehatkan dan mengedukasi masyarakat dalam pemenuhan gizi terutama untuk anak- anak generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah.
Diketahui, BGN memastikan layanan Program MBG pada kelompok rentan yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B) tetap berjalan selama masa libur Lebaran 2026. “Untuk (MBG) ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sonny Sonjaya dalam keterangan yang diterima di Bandung, beberapa hari lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!