Penumpang Pesawat Waspada, BMKG Deteksi Ancaman Turbulensi Hebat di Wilayah Indonesia Timur
Rabu, 11 Mar 2026, 17:52 WIBJAKARTA -Â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi turbulensi dan gangguan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah selama Maret 2026.Â
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pertumbuhan awan konvektif jenis cumulonimbus diprediksi akan meningkat signifikan, memicu fenomena petir, hujan lebat, hingga badai guntur di jalur-jalur udara strategis. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3), Faisal menegaskan bahwa dinamika atmosfer seperti Monsun Asia dan kemunculan Siklon Tropis Nuri terus dipantau melalui sistem INASIAM guna memastikan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi udara mendapatkan data cuaca secara real-time.
âIni adalah pertumbuhan awan cb (cumulonimbus). Untuk periode Maret, diprediksi di wilayah timur Indonesia dan bagian tengah ini juga memiliki potensi adanya awan cb yang dapat menyebabkan terjadinya turbulensi dan lightning (petir) selama penerbangan atau juga hujan lebat dan badai guntur," kata Faisal saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan awan cumulonimbus merupakan jenis awan konvektif yang dapat memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, hingga angin kencang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi turbulensi di jalur penerbangan serta memicu gangguan operasional di sejumlah bandara.
Selain berkenaan dengan turbulensi, BMKG juga mencatat adanya sejumlah dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia selama Maret, antara lain monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Fenomena tersebut dapat memicu peningkatan aktivitas awan konvektif di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur dan tengah.
BMKG juga melaporkan bahwa bibit siklon tropis 95W telah berkembang menjadi Siklon Tropis Nuri yang diperkirakan bergerak ke arah utara atau timur, sehingga menjauhi wilayah Indonesia, meskipun masih dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di beberapa wilayah.
Untuk mendukung keselamatan transportasi, Faisal mengatakan BMKG terus memperbarui informasi cuaca bagi sektor penerbangan melalui layanan System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) yang menyediakan pemantauan cuaca penerbangan secara real time bagi pemangku kepentingan di sektor transportasi udara.
- bmkg
- awan cumulonimbus
- cuaca penerbangan
- turbulensi pesawat
- indonesia bagian timur
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Tumpahan Minyak Mencemari Kawasan Perairan Teluk Sasah-Bintan
-
Pengacara Ajukan Tuntutan Pemakzulan terhadap Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr
-
Jakarta dan Bandung Siaga? Cek Daftar Kota yang Bakal Diterjang Hujan Hari Ini
-
Inilah Manfaat Santap Timun Suri saat Puasa
-
Dedikasi Dokter Afriza Bantu Persalinan Bayi Kembar Dalam Ambulans di Tengah Bencana Banjir Langkat
-
Selain Sudewo, KPK Selidiki Anggota Komisi V DPR Terkait Suap Jalur KA
-
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.