- Home
-
- Luar Negeri
-
- JD Vance Apresiasi Pesan ...
JD Vance Apresiasi Pesan Etika “AI” dari Paus Leo XIV
Kamis, 28 Mei 2026, 02:22 WIBWASHINGTON DC - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) J.D. Vance pada Selasa (26/5), menyambut baik Ensiklik âMagnifica Humanitasâ Paus Leo XIV yang antara lain memuat peringatan teologis soal risiko kemajuan kecerdasan buatan (AI) tidak terkendali.
Dikutip dari Antara, sebagai seorang Katolik, Vance mengaku belum membaca ensiklik Paus Leo XIV itu secara lengkap.
Namun, dia mengatakan telah menelaah ringkasan dan kutipan dari dokumen resmi Paus tersebut yang menyerukan kehati-hatian dan tanggung jawab etis dalam pengembangan teknologi AI.
âApa yang saya baca terdengar sangat mendalam dan itu merupakan hal yang memang diharapkan dari seorang pemimpin gereja,â kata Vance.
Dalam ensiklik pertamanya sejak menjabat, Paus Leo XIV memperingatkan tentang kemajuan teknologi yang tak terkendali dan menegaskan penting mempertahankan tanggung jawab moral dalam memelihara kemanusiaan.
Surat edaran resmi dari Paus kepada para uskup dan seluruh umat Katolik di dunia itu berisi ajakan bahwa inovasi harus terus berlanjut, tetapi dalam batas-batas moral dan etika yang dirancang untuk melindungi martabat manusia dan stabilitas sosial.
Vance, yang secara vokal mendukung inovasi AI, mengatakan Gereja Katolik secara historis telah menyesuaikan ajaran moralnya untuk mengatasi realitas baru akibat perubahan teknologi dan sosial.
âYang perlu diingat tentang moralitas adalah prinsip-prinsipnya tidak pernah berubah, tetapi cara Anda menerapkan prinsip-prinsip tersebut berubah, karena dunia berubah,â kata Vance.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan bentuk perang yang baru, dia mengatakan manusia perlu menentukan cara-cara baru untuk berinteraksi satu sama lain.
âJadi, Anda harus memikirkan kembali seluruh ajaran sosial Katolik dalam terang dunia baru tempat kita hidup dan saya pikir itulah yang coba dilakukan Paus (Leo XIV). Saya senang dia melakukannya,â ujar Vance.
Paus Leo menjadikan isu AI sebagai salah satu Âfondasi utama Âkepausannya. Ensiklik Magnifica Humanitas disebut-sebut dapat memiliki pengaruh besar seperti Âensiklik lingkungan Laudato Si yang diterbitkan Paus Fransiskus Âpada 2015 dan memicu respons luas di berbagai negara.
Vatikan memandang dokumen baru tersebut sebagai kelanjutan ajaran sosial Gereja untuk âmelindungi manusia di era AIâ.
Dokumen itu ditandatangani pada 15 Mei, bertepatan dengan 135 tahun ensiklik Paus Leo XIII pada 1891 yang menjadi dasar doktrin sosial Gereja saat Revolusi ÂIndustri. SB/and
- pope leo xiv
- jd vance
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Teheran: Pandangan Iran Akan Disampaikan kepada Pakistan
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Tunjangan ASN Pemkab Temanggung Akan Dipotong akibat Gunakan Mobil Dinas saat Lebaran
-
Wasur, Gerbang Ekologis Antara Asia dan Australia
-
Lebaran Betawi Cipayung Dongkrak Omzet UMKM Rp57,3 Juta, Gerakkan Roda Ekonomi Masyarakat
-
Membanggakan, Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an 30 Juz di Libya
-
Menaker Tegaskan Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.