Sentimen Eksternal Dominan, 10 Maret 2026

Selasa, 10 Mar 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan tren pelemahan da­lam jangka pendek. Sentimen global menjadi faktor utama, terutama meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakpastian pasar dan mendo­rong investor global beralih ke aset yang lebih aman seper­ti dollar AS. 

Kondisi ini berpotensi memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan ru­piah di pasar valuta asing (valas). Pengamat pasar uang Ibra­him Assuaibi melihat lonjakan harga minyak global dan per­mintaan safe haven sebagai dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran telah menekan nilai tukar rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Alhasil, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Se­lasa (10/3), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 16.950 - 17.000 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Senin (9/3) sore, ditutup melemah 24 poin dari akhir pekan lalu menjadi 16.949 rupiah per dollar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat melemah hingga 70 poin.

“Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal dan internal, terutama lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh level sekitar 92 dollar AS per barel, ter­tinggi sejak 2020,” ujar Ibrahim.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.