• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pre-order Galaxy S26 Tembu...

Pre-order Galaxy S26 Tembus 1,35 Juta Unit dalam Waktu Lebih Singkat

Selasa, 10 Mar 2026, 20:10 WIB

JAKARTA - Samsung Electronics mencatat rekor baru dalam pemesanan awal seri ponsel flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26, yang menunjukkan masih kuatnya daya tarik perangkat premium di pasar global. Pencapaian ini terjadi di tengah kondisi industri ponsel pintar yang semakin jenuh dan kompetitif.

Dalam periode pra-pemesanan antara 27 Februari hingga 5 Maret di South Korea, Samsung melaporkan sebanyak 1,35 juta unit Galaxy S26 telah dipesan oleh konsumen. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sekitar 1,3 juta unit yang dicatat oleh seri Samsung Galaxy S25 pada peluncuran tahun lalu.

Ket. Foto: Dalam periode pra-pemesanan antara 27 Februari hingga 5 Maret di South Korea, Samsung melaporkan sebanyak 1,35 juta unit Galaxy S26 telah dipesan oleh konsumen. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sekitar 1,3 juta unit yang dicatat oleh seri Samsung Galaxy S25 pada peluncuran tahun lalu. — Sumber: Forbes

Hal yang paling menonjol dari pencapaian ini adalah dominasi model kelas tertinggi dalam seri tersebut. Sekitar 70 persen dari total pemesanan awal berasal dari varian Samsung Galaxy S26 Ultra yang merupakan model paling premium dalam lini Galaxy S terbaru.

Dominasi varian Ultra ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen tidak hanya kuat, tetapi juga cenderung mengarah pada perangkat dengan harga lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai penting bagi investor karena model kelas atas biasanya memberikan kontribusi terbesar terhadap margin keuntungan dan citra merek perusahaan.

Peluncuran Galaxy S26 sebenarnya dilakukan di tengah tantangan industri smartphone yang semakin kompleks. Inovasi perangkat keras dianggap semakin sulit menghadirkan perubahan besar, sementara fitur berbasis kecerdasan buatan mulai menjadi daya tarik utama yang diharapkan dapat mendorong minat konsumen.

Namun, teknologi kecerdasan buatan yang kini banyak disematkan dalam ponsel pintar masih perlu membuktikan kemampuannya dalam mendorong permintaan perangkat keras secara nyata. Di sisi lain, produsen juga menghadapi kenaikan biaya komponen yang membuat harga perangkat cenderung meningkat.

Di pasar United States, Samsung menaikkan harga awal Galaxy S26 menjadi 899 dolar AS atau sekitar Rp14,3 juta. Sementara itu, harga Galaxy S26 Plus dipatok sebesar 1.099 dolar AS atau sekitar Rp17,5 juta.

Adapun harga untuk model Ultra tidak mengalami perubahan dibandingkan generasi sebelumnya. Di Korea Selatan sendiri, harga model dasar Galaxy S26 dilaporkan naik sekitar 8,6 persen dibandingkan seri sebelumnya.

Meskipun harga meningkat, tingginya angka pemesanan awal menunjukkan bahwa strategi harga premium Samsung masih mampu diterima pasar. Hal ini juga memperlihatkan bahwa perusahaan masih memiliki kekuatan dalam mempertahankan posisi di segmen smartphone kelas atas.

Bagi investor, dominasi model Ultra dalam pemesanan awal menjadi sinyal positif dalam siklus produk terbaru ini. Model premium biasanya memberikan kontribusi lebih besar terhadap keuntungan perusahaan sekaligus memperkuat posisi merek di pasar global.

Pencapaian tersebut juga semakin menarik karena periode pra-pemesanan seri Galaxy S26 berlangsung lebih singkat dibandingkan peluncuran sebelumnya. Masa pre-order kali ini tercatat empat hari lebih pendek dibandingkan periode pemesanan awal untuk seri Galaxy S25.

Meski demikian, Samsung tetap mampu melampaui rekor tahun lalu dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini menunjukkan bahwa peluncuran flagship masih menjadi instrumen penting bagi Samsung untuk menunjukkan kekuatan strategi bisnis mobile yang dimilikinya.

  • Teknologi
  • Samsung Electronics
  • Samsung
  • Samsung Galaxy S26
  • Gadget 2026
  • smartphone premium
  • Smartphone Flagship
  • Galaxy S26 Ultra

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.