Lebaran Diyakini Bakal Dorong Perputaran Ekonomi di Daerah, termasuk Pariwisata, Transportasi, dan Logistik
Senin, 09 Mar 2026, 17:53 WIBJAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meyakini Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya meningkatkan konsumsi masyarakat, tetapi juga mendorong pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi di berbagai daerah.
âPeneliti Pusat Ekonomi Digital dan UKM Indef, Nur Komaria dalam diskusi daring dipantau dari Jakarta, Senin (9/3) mengatakan, periode Lebaran secara konsisten menjadi waktu yang mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, termasuk pariwisata, perhotelan, transportasi, dan logistik.
âDi musim Lebaran ini biasanya memang konsumsi masyarakat meningkat dan juga ada sektor-sektor yang meraup untung, seperti sektor makanan-minuman atau mungkin pangan, kemudian ada sektor pariwisata dan perhotelan, sektor transportasi dan logistik, dan kemudian ada juga sektor e-commerce,â ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran membuka peluang bagi destinasi wisata domestik untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.â
Nur Komaria menilai Indonesia memiliki potensi besar di sektor pariwisata karena didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan keragaman destinasi wisata. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut diperlukan penguatan infrastruktur serta peningkatan kenyamanan bagi wisatawan.â
Ia mencontohkan sejumlah destinasi unggulan Indonesia yang memiliki daya tarik kelas dunia, seperti Raja Ampat di Papua Barat. Destinasi tersebut dikenal secara global karena keindahan alamnya dan berpotensi menjadi magnet wisatawan jika didukung oleh fasilitas dan aksesibilitas yang memadai.â
Selain infrastruktur, pengembangan ekosistem pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal dan pelaku UMKM juga dinilai penting. Menurutnya, sektor pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus terhubung dengan berbagai sektor pendukung seperti kuliner, kerajinan, hingga jasa perjalanan.â
"Saya rasa pemerintah juga bisa memberikan stimulus, program-program, kerja sama dengan penyedia provider pariwisata seperti tour and travel untuk memberikan insentif," katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menjadi faktor pendorong dalam penguatan sektor pariwisata. Kemudahan pembayaran digital, misalnya melalui QRIS, semakin memudahkan wisatawan dalam bertransaksi di berbagai destinasi.â
Dari catatan pihaknya, penggunaan pembayaran digital menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal II 2025, transaksi pembayaran digital bahkan tumbuh hingga 148,5 persen secara tahunan.â
Ia menilai dukungan infrastruktur digital yang semakin merata, akan mendorong minat masyarakat untuk berwisata ke berbagai daerah di Indonesia.â
Selain itu, promosi pariwisata melalui media digital dan peran influencer juga dinilai dapat membantu memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata Indonesia kepada publik.
- transportasi
- Lebaran
- Logistik
- pariwisata
- Perputaran Ekonomi Daerah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Serikat Pekerja BUMN Tak Ikut Aksi Massa Peringati Hari Buruh Internasional
-
Tabrakan Kereta, Lima Korban Terjepit Wanita Semua. Mereka Terjepit Sejak Kejadian Senin hingga Selasa Pagi
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
Perlintasan Liar Harus Ditutup Demi Keselamatan
-
Kawal Program Presiden, Kemendagri Pantau Ketat Inflasi Daerah dan Makan Bergizi Gratis
-
Pelepasan Jenazah Personel Penjaga Perdamaian Indonesia dari Lebanon
-
Jaga Stok Lebaran, Pertamina Patra Niaga Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.