Hari Perempuan Internasional Momentum Penyadaran Kesetaraan

Senin, 09 Mar 2026, 03:17 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan peringatan Hari Perempuan Internasional (Internasional Womens Day/IWD) merupakan momentum penyadaran setiap anak bangsa tentang pentingnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

“Kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan perempuan tidak bisa sepenuhnya terwujud bila tidak didukung semua pihak dan kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat,” kata Lestari di Jakarta, Minggu (8/3).

Ket. Foto: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. — Sumber: Antara

Tema peringatan IWD 2026 adalah “Give To Gain”, kata dia, yang artinya memberi untuk mendapatkan, yang menekankan pada kekuatan kolaborasi, kemurahan hati, dan investasi sosial untuk menciptakan kesetaraan gender.

Menurut dia, peringatan IWD pada bulan Ramadan ini merupakan momentum yang tepat, karena semangat IWD tahun ini dan Ramadhan sejalan dengan mengedepankan nilai-nilai empati, keadilan, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai itu, kata dia, menjadi pengingat penting bahwa perjuangan mewujudkan kesetaraan gender tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Selain itu dia mengatakan bahwa peringatan tersebut tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, hingga perlindungan dari kekerasan.

Dia menyampaikan laporan Global Gender Gap Report 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) mencatat skor kesenjangan gender Indonesia sebesar 0,692 dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-97 dari 148 negara.

Kemudian data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, menurut dia, juga menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan berusia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Artinya, dia menilai bahwa hal itu menunjukkan kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial dan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat.

Dia berharap momentum IWD tahun ini dapat memperkuat kesadaran kolektif anak bangsa untuk mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia.

Perlindungan PRT

Sementara itu, terkait Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga yang sebagian besar merupakan perempuan dan berada dalam posisi yang rentan.

“Kesetaraan bukan sekadar tujuan, melainkan fondasi kemajuan bangsa. Hari ini adalah pengingat bahwa kita harus meruntuhkan hambatan struktural yang membelenggu perempuan, terutama para pekerja rumah tangga,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi, Minggu.

Menurut dia, pekerja rumah tangga adalah penopang utama kesejahteraan keluarga dan penggerak ekonomi yang sering terlupakan. “Namun demikian, pekerjaan yang sangat penting ini masih sering berada dalam ruang yang kurang terlindungi oleh sistem hukum ketenagakerjaan,” kata Arifah Fauzi.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia memandang pekerja rumah tangga berhak mendapatkan perlindungan, penghormatan, dan pengakuan atas martabat kemanusiaannya.

Menurut dia, upaya untuk menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja rumah tangga merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen bangsa terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.