All England 2026 Tanpa Gelar, Eng Hian Bongkar Borok Pelatnas dan Janji Rombak Total Pembinaan

Senin, 09 Mar 2026, 17:58 WIB

JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh setelah skuad Merah Putih gagal memenuhi target satu gelar dalam ajang bergengsi All England 2026.

Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian mengakui adanya ketidakstabilan performa di lima sektor utama, di mana raihan terbaik hanya mencapai babak semifinal melalui ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Menanggapi kekecewaan publik, otoritas tertinggi bulu tangkis nasional tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus berkomitmen merombak metode pembinaan di Pelatnas guna memastikan para atlet kembali kompetitif dalam turnamen besar mendatang, termasuk ajang Swiss Open yang sudah di depan mata.

Ket. Foto: Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PP PBSI Eng Hian. — Sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira/aa.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," ujar Eng Hian dalam keterangan resmi, Senin.

"PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.” imbuhnya.

Langkah wakil Indonesia paling jauh pada turnamen BWF kelas 1000 ini dicatatkan oleh ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang melaju hingga babak semifinal.

Sementara di empat sektor lainnya yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran, wakil Indonesia harus terhenti sejak memasuki babak perempat final.

Eng Hian mengatakan bahwa harapan masyarakat terhadap bulu tangkis sangatlah besar. Oleh sebab itu ia meminta maaf atas kegagalan tim Merah Putih pada kejuaraan yang berlangsung di Birmingham tersebut.

"Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," ujar Eng Hian.

Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan mengikuti Swiss Open yang menjadi bagian dari kalender BWF World Tour.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk kembali menunjukkan performa terbaik sekaligus membawa pulang hasil terbaik bagi Indonesia.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.