Soal Panic Buying BBM, ESDM Pastikan Harga Tetap dan Stok Aman
📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Zumrotun Solichah
JAKARTA – Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap dipertahankan dan stok energi nasional juga dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Secara analitis, kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.
Namun melalui mekanisme subsidi dan pengelolaan cadangan energi, pemerintah berupaya meredam dampaknya terhadap daya beli masyarakat.
Dengan kata lain, stabilitas harga BBM subsidi bukan hanya soal energi, tetapi juga bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (7/3).
Anggia menegaskan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun telah menyampaikan pesan serupa, bahwasanya harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.
Harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.
Selain memastikan keamanan stok BBM, lanjut dia, pemerintah juga memastikan agar distribusi BBM ke daerah berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Diwartakan sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meminta masyarakat di Aceh tidak panik karena persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan ada berbagai langkah antisipasi telah dilakukan yakni mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait.
Pertamina juga melakukan berbagai upaya penguatan layanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!