Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Kopdes Merah Putih: Strategi Menteri Ferry Juliantono Perkuat Ekonomi Kerakyatan

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 01:30 WIB | Oleh:
Program Kopdes Merah Putih: Strategi Menteri Ferry Juliantono Perkuat Ekonomi Kerakyatan Doc: ANTARA/HO-Kemenkop
Ket. Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara pada acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan dan Seminar Nasional Prabowonomics, Demokrasi, dan Arah Republik ke Depan, di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3).

JAKARTA - Masa depan koperasi di Indonesia kini berada di titik persimpangan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi penentu hidup atau matinya eksistensi koperasi di Tanah Air.

Di tengah gempuran arus ekonomi liberal, program strategis Presiden Prabowo Subianto ini hadir sebagai upaya mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan rakyat sesuai mandat konstitusi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, ia mengatakan jika program tersebut gagal, maka masa depan koperasi di tanah air akan terancam.

“Pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi eksistensi koperasi di Indonesia,” kata Ferry .​​

Ia menjelaskan Kopdes Merah Putih merupakan implementasi konkret dari ekonomi kerakyatan yang kerap digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto,.

Ia menyampaikan Presiden ingin mengembalikan arah ekonomi Indonesia yang sudah terlalu liberal dan kapitalis, menjadi ekonomi kerakyatan dalam wadah koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih.

Menurut dia, koperasi kini telah menjadi program strategis pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengoreksi arah perekonomian nasional.

“Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga alat perjuangan rakyat dan sokoguru perekonomian nasional,” katanya dalam seminar nasional di Kampus ITB, Bandung. 

Ferry menekankan bahwa arah ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu ekonomi yang berkeadilan, berbasis gotong royong, dan memberikan ruang kepemilikan kepada rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, filsuf yang juga pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa koperasi merupakan wujud solidaritas kemanusiaan.

Rocky mengatakan konstitusi memang membolehkan kapitalisme, tetapi juga menegaskan bahwa ekonomi harus menghasilkan kemakmuran bersama yang diadopsi melalui BUMN.

"Di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus pro terhadap rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.