Alcaraz, Sinner dan Djokovic Berebut Supremasi
Kamis, 05 Mar 2026, 06:52 WIBINDIAN WELLS, AS - Turnamen tenis prestisius BNP Paribas Open di Indian Wells, California, Amerika, resmi bergulir pekan ini dengan sejumlah sorotan tajam. Dari sektor putra, Carlos Alcaraz datang membawa start sempurna musim 2026. Sedangkan di sektor putri, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka berusaha bangkit dari kekecewaan di Australia.
Alcaraz, 22 tahun, tiba di gurun California Selatan dengan rekor kemenangan 12-0 musim ini setelah menuntaskan ambisi career Grand Slam di Melbourne. Dua kali juara Indian Wells itu kembali difavoritkan, dengan potensi duel panas melawan rival abadinya, Jannik Sinner.
âMenariknya tentang Carlos dan Jannik, setiap kali salah satu unggul, yang lain akan mundur, mengevaluasi, lalu kembali lebih baik,â ujar analis Tennis Channel, Prakash Amritraj. Rivalitas keduanya kini disebut sebagai pertarungan paling memikat di tenis modern.
Namun, sorotan tak hanya tertuju pada generasi baru. Novak Djokovic kembali menolak tenggelam dimakan usia. Di Melbourne, dia mengejutkan Sinner lewat kemenangan dramatis lima set dari posisi tertinggal. Petenis Serbia peraih 24 gelar Grand Slam itu bahkan berpeluang memecahkan rekor gelar Indian Wells jika mampu mengangkat trofi keenam, melewati catatan Roger Federer.
âDjokovic berhasil memindahkan gunung bernama Sinner. Bangkit dan menang lima set, plus menembus semifinal di keempat Grand Slam tahun lalu, sulit diungkapkan dengan kata-kata,â puji Amritraj.
Di sektor putri, Sabalenka kembali tampil untuk pertama kalinya sejak langkahnya memburu gelar ketiga beruntun Australia terhenti. Meski beberapa kali kalah di final, dia tetap menjadi sosok paling konsisten dengan lima final Grand Slam dari enam edisi terakhir.
Di luar persaingan lapangan, perdebatan besar mencuat. Sabalenka menyatakan dukungan terhadap wacana pertandingan putri dimainkan lima set mulai perempat final Grand Slam. Gagasan itu dilontarkan pejabat tenis Amerika, Craig Tiley.
âYa, ayo lakukan. Saya merasa mungkin sudah punya lebih banyak gelar. Secara fisik saya kuat dan tubuh mampu,â ujar Sabalenka optimistis. Namun tak semua sepakat. Juara Roland Garros, Coco Gauff, menilai perubahan format di tengah turnamen justru mengganggu keseimbangan. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Tanpa Perbaikan Struktural, Pasar Modal hanya jadi Pintu Masuk Jangka Pendek
-
Kamis, SIM Keliling Layani Warga Jakarta di Lima Lokasi
-
Carlos Alcaraz Simbol Era Baru Tenis Dunia
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Apel Siaga Ambulans untuk Pelayanan Kegawatdaruratan saat Mudik Lebaran
-
Hitung Mundur Proyek Gas Masela, Pemerintah Targetkan Konstruksi 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.