KOWANI Gaungkan Gerakan Tempe Indonesia Menuju UNESCO
Minggu, 09 Agu 2026, 17:55 WIBJAKARTA â Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggaungkan gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui Deklarasi Nasional. Gerakan tersebut diharapkan memperkuat pengakuan tempe sebagai warisan budaya sekaligus penggerak ketahanan pangan nasional.
Deklarasi tersebut digelar dalam rangkaian program KOWANI Goes to UNESCOâMemory of the World di Jakarta, Minggu (9/8).
Lebih dari seribu peserta mengikuti kegiatan yang memadukan olahraga, edukasi, promosi pangan lokal, dan pemberdayaan ekonomi perempuan tersebut.
Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, mengatakan tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Menurut dia, perempuan memiliki peluang besar memanfaatkan pengembangan tempe untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai usaha.
"Tempe bukan hanya pangan. Tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber penghidupan keluarga," kata Nannie.
Nannie menjelaskan pengembangan tempe tidak hanya bergantung pada kedelai sebagai bahan baku utama. Menurut Nannie, inovasi juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan sorgum dan berbagai jenis kacang-kacangan sebagai alternatif pangan.
Menurut Nannie, semakin luasnya pengenalan tempe di berbagai negara menjadi momentum memperkuat pengakuan Indonesia di UNESCO. Ia menegaskan gerakan tersebut juga bertujuan menjaga pengetahuan, keterampilan, dan tradisi pembuatan tempe tetap diwariskan antargenerasi.
"Kalau kita tidak bergerak cepat, sementara tempe semakin dikenal di berbagai negara, kita bisa tertinggal. Karena itu, tempe perlu terus kita dukung menuju UNESCO," ujar dia.
Nannie juga menilai penguatan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga. Melalui keterampilan, pelatihan, kursus, dan sertifikasi, perempuan diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Selain deklarasi, KOWANI menggelar Fun walk, Festival Tempe, Sorgum, Cassava, Nusantara Cooking Experience, serta pameran koperasi dan UMKM. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, dan pencegahan stunting.
Melalui gerakan tersebut, KOWANI ingin memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan ketahanan pangan nasional. Gerakan Tempe Indonesia menuju UNESCO juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Menuju Lima Abad Pemprov Minta Bantuan Warga Jaga Jakarta
-
Operasi Bibir Sumbing Gratis Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Usia Dini
-
Beijing Ditetapkan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO-UIA 2029
-
Darurat Stunting Jadi Sorotan Raker Komisi IX DPR dengan BKKBN
-
Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Batam oleh Tim SAR Gabungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.