Riau Dikepung 198 Hotspot, Pemadaman Karhutla Masih Berlangsung

Minggu, 09 Agu 2026, 16:25 WIB

Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 198 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau dari total 1.195 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatra.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S mengatakan Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 454 titik, disusul Riau dengan 198 titik.

Ket. Foto: Tim Manggala Agni melakukan upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. — Sumber: Antara

"Total ada 1.195 titik panas di Sumatra. Riau menyumbang 198 titik," kata Putri dalam keterangannya di Pekanbaru, Minggu (9/8).

Berdasarkan pemantauan BMKG, titik panas di wilayah Sumatra lainnya tersebar di Aceh sebanyak 11 titik, Bengkulu 17 titik, Jambi 116 titik, Lampung 127 titik, Sumatera Utara 59 titik, Sumatera Barat 43 titik, Bangka Belitung 15 titik, dan Kepulauan Riau 12 titik.

Di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 98 titik. Selanjutnya Bengkalis 38 titik dan Rokan Hilir 28 titik.

Titik panas lainnya terpantau di Indragiri Hilir delapan titik, Rokan Hulu delapan titik, Siak enam titik, Kota Dumai lima titik, Pelalawan empat titik, serta Kepulauan Meranti, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.

Karhutla Masih Membara

Lonjakan titik panas tersebut terjadi ketika upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.

Salah satu lokasi kebakaran berada di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dengan luas lahan terbakar mencapai 64 hektare.

Karhutla juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas area terbakar sekitar 50 hektare. Sementara di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, kebakaran melanda lahan seluas sekitar 10 hektare.

Untuk mempercepat penanganan kebakaran di Kerumutan, Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Rengat membuat sejumlah embung yang difungsikan sebagai sumber air pemadaman.

Kepala Daops Manggala Agni Rengat Muhammad Sodik mengatakan pembuatan embung dilakukan menggunakan alat berat. Selain menyediakan sumber air, alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran dan membuat sekat bakar.

"Alat berat masih bekerja, saat ini sudah terkonfirmasi 17 embung yang sudah dibuat di sekitar lokasi pemadaman," katanya dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Minggu.

Menurut Sodik, proses pemadaman di lokasi tersebut telah memasuki hari ke-11, tetapi api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi bahan bakar yang cukup padat serta lokasi kepala api yang sulit dijangkau.

Kepala api berada di dalam kawasan tanaman akasia liar sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk mencapai titik tersebut. Petugas juga harus menempuh medan yang cukup sulit untuk mengangkut peralatan pemadaman.

Untuk melangsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua, petugas membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Sementara jika ditempuh dengan berjalan kaki, jaraknya mencapai sekitar 1,5 kilometer.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman karhutla di Riau menjadi semakin menantang di tengah tingginya jumlah titik panas yang terpantau di sejumlah wilayah.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.