Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Kelola 112.000 Km Jaringan Fiber
Minggu, 09 Agu 2026, 16:30 WIBJAKARTA â PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) merampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,9 triliun. Langkah tersebut memperkuat posisi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai entitas yang berfokus pada bisnis infrastruktur digital dan layanan wholesale connectivity.
Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset selesai, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses pelanggan, core backbone, hingga berbagai infrastruktur pendukung.
Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Total jaringan tersebut setara dengan hampir tiga kali keliling bumi.
Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan kelanjutan dari Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif sejak Januari 2026. Tahap pertama menjadi fondasi bagi pengembangan InfraNexia sebagai operating company Telkom yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan infrastruktur digital secara lebih terintegrasi.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan penyelesaian tahap kedua menjadi bagian penting dari transformasi TelkomGroup sekaligus mendukung upaya konsolidasi aset BUMN melalui Danantara Asset Management.
âSpin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional,â ujar Dian melalui keterangannya pada hari Jumat (7/8).
Menurut Dian, penataan aset infrastruktur juga berkaitan dengan strategi TLKM 30, terutama pada pilar unlock value. Melalui strategi tersebut, TelkomGroup berupaya mempercepat monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, seperti data center, menara telekomunikasi, dan jaringan fiber.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus membuat pengelolaan aset infrastruktur menjadi lebih fokus dan fleksibel dalam merespons kebutuhan pasar.
InfraNexia Fokus pada Wholesale Connectivity
Dengan pengalihan aset tahap kedua, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur wholesale connectivity yang melayani kebutuhan konektivitas berbagai pelanggan dan pelaku industri.
InfraNexia akan mengembangkan sejumlah layanan, antara lain 5G backhaul, wholesale network, fiber-to-the-x (FTTx), dan passive infrastructure sharing.
Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengatakan integrasi aset tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperkuat layanan konektivitas sekaligus melakukan modernisasi jaringan.
âKami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal,â ujar Lukman.
Selain penguatan jaringan, InfraNexia juga mempercepat program network modernization dan mendorong penerapan autonomous network. Teknologi tersebut diarahkan untuk membuat pengelolaan jaringan menjadi lebih cerdas, efisien, dan adaptif.
Penguatan infrastruktur tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan sejumlah kebutuhan digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), cloud computing, dan data center di Indonesia.
Dorong Efisiensi dan Kemitraan Strategis
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.
âMelalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup,â kata Seno.
Menurut dia, pemisahan pengelolaan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya TelkomGroup menuju struktur strategic holding. Dengan struktur yang lebih fokus, masing-masing entitas diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan kontribusinya terhadap penciptaan nilai.
Strategi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia agar lebih terbuka, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Model pemisahan bisnis infrastruktur dari perusahaan telekomunikasi utama sebelumnya telah diterapkan oleh sejumlah operator internasional. Beberapa di antaranya adalah Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN.
Pemisahan tersebut pada umumnya ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka ruang kemitraan dan model bisnis wholesale yang lebih luas.
Tetap Profesional dan Netral
Meskipun Telkom tetap memegang lebih dari 99 persen saham InfraNexia, perusahaan tersebut akan menjalankan kegiatan operasional secara profesional dalam melayani pelanggan.
Pemisahan pengelolaan aset diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keandalan layanan konektivitas, termasuk mendukung perluasan penetrasi fixed broadband di Indonesia.
TelkomGroup menyatakan proses transaksi Spin-Off InfraCo Tahap 2 dilakukan tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan. Pengalihan aset dan bisnis juga disebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), ketentuan hukum, serta regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan selesainya tahap kedua, InfraNexia kini memiliki basis aset yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis infrastruktur digital wholesale. Penguatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi TelkomGroup dalam mengoptimalkan aset jaringan, meningkatkan efisiensi investasi, dan memperluas konektivitas digital di Indonesia.
- Telekomunikasi
- Telkom
- 5G
- Konektivitas Digital
- Infrastruktur Digital
- jaringan fiber optik
- Transformasi Digital
- InfraNexia
- Spin-Off InfraCo
- Wholesale Connectivity
- FTTx
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Vivere Group Gandeng Rimini Street untuk Perkuat Sistem SAP dan Transformasi Digital
-
KPK Tahan Bupati Kuansing yang Diduga Terlibat Suap Jual Beli Jabatan
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.