Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
Kamis, 07 Mei 2026, 20:20 WIBJAKARTA - Mobil listrik telah menjadi solusi yang semakin populer untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sehingga ramah lingkungan.
Salah satu komponen paling penting dari mobil listrik adalah baterai, hal yang menentukan seberapa lama mobil dapat melaju dalam sekali pengisian baterai dan performa baterai pada mobil.
Baterai adalah jantung dari mobil listrik. Namun, di balik kemampuannya menggerakkan kendaraan tanpa emisi, masih banyak mitos dan pertanyaan yang beredar di masyarakat. Mulai dari âBerapa lama umur baterai sebelum harus diganti?â, âApakah biaya penggantian baterai lebih mahal daripada mobil itu sendiri?â, hingga âBolehkah mengisi daya setiap hari?ââsemua ini sering menjadi bahan diskusi hangat di forum dan media sosial.
Agar tidak salah kaprah, tim otomotif Koran Jakarta telah merangkum pertanyaan-pertanyaan paling sering diajukan seputar penggantian baterai mobil listrik, lengkap dengan jawaban berdasarkan data terkini dan penjelasan dari para ahli.
1. Seberapa Sering Baterai Harus Diganti?
Hanya sekitar 2,5 persen kasus dalam studi yang dilakukan yang memerlukan penggantian baterai.
Sebagian besar penggantian terjadi pada kendaraan listrik generasi pertama yang saat ini sudah berusia sekitar 14 tahun.
2. Tren Harga Baterai dari Tahun ke Tahun
2007â2019: Harga baterai turun 16 persen (rata-rata 161 USD/kWh atau sekitar 2,6 juta rupiah/kWh).
Akhir 2020: Turun menjadi 137 USD/kWh (2,2 juta rupiah/kWh).
2021â2022: Harga litium naik tajam karena kelangkaan bahan baku.
Awal 2023: Turun sekitar 20 persen, lalu stabil hingga akhir 2023.
3. Perkiraan Biaya Penggantian (Contoh Kasus)
Nissan Leaf generasi pertama (baterai 40 kWh):
Tahun 2020: sekitar 5.500 USD (90 juta rupiah) tanpa tenaga kerja.
Beberapa tahun terakhir: naik menjadi 12.000 USD (196,7 juta rupiah) termasuk biaya tenaga kerja.
BMW i3 (baterai bekas): sekitar 145 USD/kWh (2,37 juta rupiah/kWh).
Tesla Model 3: antara 133â161 USD/kWh (2,18â2,6 juta rupiah/kWh).
Catatan: Biaya penggantian sangat tergantung pada popularitas mobil, ketersediaan suku cadang, dan permintaan pasar.
4. Mengapa Penggantian Baterai Mahal?
Rasio suku cadang baterai terhadap total komponen mobil mencapai rata-rata 50,96 persen (berdasarkan penelitian Asosiasi Asuransi Tiongkok).
Artinya, untuk mobil listrik seharga 200.000 yuan (447 juta rupiah), biaya penggantian baterai bisa melebihi 100.000 yuan (223,5 juta rupiah).
Berdasarkan ulasan dari berbagai sumber terkait baterei mobil listrik, dapat ditarik kesimpulan penggantian baterai jarang terjadi (hanya 2,5 persen kasus) dan umumnya pada mobil tua (â14 tahun). Biaya penggantian berkisar antara 90 juta â 200 juta rupiah tergantung merek dan kapasitas baterai.
Selain itu, layanan perbaikan bisa menghemat 22â45 juta rupiah dibanding penggantian total. Dengan semakin banyaknya mobil listrik, harga baterai cenderung menurun dalam jangka panjang. Ant/berbagai sumber
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Berinisial SB di Kasus Kuota Haji
-
Perkembangan Kriteria MABIMS dalam Penentuan awal Bulan Hijriah
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
-
Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Patroli Rumah Kosong Selama Masa Mudik Lebaran 2026
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.