Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turun Lagi! Nilai Tukar Petani NTT Februari 2026 Melemah ke 100,92

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Turun Lagi! Nilai Tukar Petani NTT Februari 2026 Melemah ke 100,92 Doc: Antara Foto
Ket. Lahan pertanian di wilayah Kota Kupang, NTT, pada awal Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 100,92 poin pada Februari atau turun 0,19 persen, lebih rendah dibanding Januari 2026 yang berjumlah 101,11 poin.  

“Terjadi penurunan sebesar 0,19 persen pada Bulan Februari 2026 jika dibandingkan dengan NTP Januari 2026. Perubahan ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih lambat dibandingkan harga bayar,” kata Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale di Kupang, Senin. 

Ia menjelaskan jika dilihat dari indeks penyusun NTP, indeks yang diterima petani turun 0,06 persen, sedangkan indeks yang dibayar meningkat 0,12 persen. 

Pada komponen indeks bayar, indeks konsumsi rumah tangga meningkat 0,12 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,19 persen.

Selain itu, penurunan NTP Februari 2026 dipengaruhi beberapa subsektor. Subsektor tanaman pangan turun 0,10 persen yang disumbang komoditas jagung dan gabah. 

Subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,89 persen akibat penurunan pada komoditas kakao atau biji cokelat, kelapa, dan kopi. 

Subsektor peternakan turun 0,01 persen dengan penyumbang terbesar ayam kampung.

Sementara itu, subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah hortikultura yang naik 1,51 persen dengan komoditas penyumbang antara lain wortel, cabai rawit, terung, dan tomat. 

“Subsektor perikanan juga naik 0,09 persen yang didorong komoditas ikan tembang dan ikan selar,” kata Matamira. 

Pada Februari 2026, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tercatat sebesar 105,03 atau turun 0,26 persen dibanding Januari 2026. 

Dia mengatakan sebagian subsektor mengalami penurunan, kecuali hortikultura dan peternakan yang tercatat meningkat. 

Penurunan NTUP terutama dipengaruhi turunnya kinerja subsektor perkebunan rakyat dan budidaya ikan.

Sedangkan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani pedesaan pada Februari 2026 meningkat 0,12 persen. 

Secara tahunan (year on year), IKRT Februari 2026 terhadap Februari 2025 tercatat meningkat sebesar 2,57 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.