Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Minta Penanganan Banjir dan Sampah Jakarta Jadi Prioritas RKPD 2027

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPRD DKI Minta Penanganan Banjir dan Sampah Jakarta Jadi Prioritas RKPD 2027 Doc: DPRD DKI
Ket. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.

JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta agar program pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat, di antaranya penanganan banjir, sampah serta keberadaan ruang terbuka hijau dapat menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

"Hingga kini, apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI sudah cukup baik. Tinggal nanti kita lakukan penyesuaian dalam rangka langkah antisipasi dengan kondisi yang ada," ujar Yuke dalam rapat pembahasan Pra-RKPD 2027 bersama Dinas Pertamanan dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Senin (2/3).

Menurut dia, langkah antisipasi yang dimaksud itu, yakni kondisi fiskal Jakarta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 serta antisipasi jika kondisi fiskal belum membaik pada 2027.

Dia mengatakan langkah-langkah antisipasi itu diperlukan mengingat adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun.

"Jika kondisinya masih sama, berarti kan nanti program apa yang harus dilaksanakan harus betul-betul kita cermati. Sehingga dengan kondisi yang ada, tetap memprioritaskan program yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat,” kata Yuke.

Meski demikian, dia menilai tantangan besarnya nanti, yaitu bagaimana pemerintah dan legislator merumuskan program terbaik dengan keterbatasan fiskal yang tetap berdampak langsung bagi kesejahteraan dan pembangunan Jakarta.

Terkait program prioritas tersebut, khususnya bagi Komisi D yang membawahi bidang pembangunan, Yuke menyoroti penanggulangan banjir dan sampah, pemenuhan ruang terbuka hijau serta permukiman yang menjadi problem di Jakarta.

"Tentu, di pembahasan RKPD-nya harus lebih detail. Dengan begitu, nantinya ketemu yang paling prioritas dari semua permasalahan yang ada, dan mengutamakan layanan dasar serta pembangunan yang berdampak langsung," ungkap Yuke.

Dia pun optimistis program-program yang bersentuhan dengan masyarakat nantinya tetap dapat terealisasi.

Yang terpenting, kata dia, dibutuhkan kecermatan semua pihak dalam melihat situasi yang terjadi dan niat baik dari seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.