Piala Dunia 2026 Masuki Hitung Mundur 100 Hari di Tengah Gejolak Politik Global

Senin, 02 Mar 2026, 07:00 WIB

LOS ANGELES — Hitung mundur 100 hari menuju edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia 2026 resmi dimulai, Selasa (3/3), di tengah lanskap politik global yang bergolak. Dari ketegangan militer Amerika Serikat, Israel terhadap Iran hingga lonjakan kekerasan di Meksiko serta kecemasan atas agenda domestik Presiden Donald Trump, turnamen akbar ini bersiap digelar dalam suasana penuh dinamika.

Untuk pertama kalinya, Piala Dunia akan diikuti 48 tim, bertambah dari 32 peserta pada tahun 2022 dan diselenggarakan bersama oleh tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jutaan suporter diperkirakan memadati 16 kota tuan rumah yang tersebar di empat zona waktu.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump bersama trofi Piala Dunia dan Presiden FIFA Gianni Infantino. — Sumber: AFP

Turnamen akan dibuka pada 11 Juni di Estadio Azteca, Mexico City, dan berakhir hampir enam pekan kemudian, 19 Juli, di MetLife Stadium, yang berkapasitas 82.500 penonton. Total 104 pertandingan akan digelar, dengan 78 laga berlangsung di wilayah Amerika Serikat.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memprediksi lonjakan komersial besar. Turnamen ini diperkirakan menghasilkan pendapatan rekor 11 miliar dolar AS, melampaui 7 miliar dolar AS yang diraih pada edisi 2022 di Qatar. Infantino menyebut skala 2026 setara “104 Super Bowl”, dengan miliaran pemirsa televisi global dan lebih dari 508 juta permintaan untuk sekitar tujuh juta tiket.

“Permintaan ada. Setiap pertandingan terjual habis,” kata Infantino awal bulan ini.

Namun, kebijakan harga tiket menuai kritik. Sejumlah kelompok suporter, seperti Football Supporters Europe, menuding FIFA melakukan “pengkhianatan besar” karena harga yang dinilai tak terjangkau. FIFA merespons dengan menyediakan sebagian kecil tiket seharga 60 dolar AS bagi kelompok suporter resmi.

Bayang-Bayang Politik

Di luar angka-angka fantastis, tantangan terbesar bisa jadi bersifat politis. Kebijakan perdagangan dan imigrasi pemerintahan Trump memicu kekhawatiran terkait kelancaran turnamen. Perang dagang yang melibatkan Kanada dan Meksiko, ketegangan dengan sekutu Eropa, hingga pengetatan visa bagi puluhan negara, termasuk empat peserta Piala Dunia: Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading, menjadi sorotan.

Tim Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di Los Angeles dan Seattle, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Gedung Putih menegaskan pembatasan tidak akan memengaruhi visa turis bagi pemegang tiket, yang disebut akan mendapat percepatan proses.

Di Meksiko, operasi militer yang menewaskan salah satu gembong narkoba memicu gelombang kekerasan, termasuk di Guadalajara, kota terbesar kedua yang akan menjadi tuan rumah empat pertandingan. Infantino dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan situasi tersebut tak akan mengganggu jalannya laga. “Sangat yakin, semuanya baik-baik saja,” ujar Infantino pekan lalu.

Panggung Terakhir Messi?

Di lapangan, format baru 48 tim juga memicu perdebatan. Dua tim teratas dari 12 grup serta delapan peringkat ketiga terbaik akan lolos ke fase gugur, membuat peluang tersingkirnya tim-tim besar di babak awal relatif kecil.

Sorotan utama akan tertuju pada juara bertahan Argentina yang kembali dipimpin Lionel Messi. Ia akan berulang tahun ke-39 pada 24 Juni, dalam Piala Dunia keenam dan hampir pasti terakhir,dalam kariernya.

Ambisi Argentina mempertahankan gelar bakal ditantang keras oleh juara 2018 Prancis dan kampiun Eropa Spanyol. Sementara Inggris, kini ditangani pelatih asal Jerman Thomas Tuchel, kembali mencoba mengakhiri puasa gelar turnamen besar selama 60 tahun.

Di sisi lain, sejumlah debutan seperti Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan akan mencatat sejarah dengan penampilan perdana mereka.

Di tengah gejolak politik dan tantangan logistik, Piala Dunia 2026 bersiap menjadi bukan sekadar pesta sepak bola, melainkan juga ujian besar bagi diplomasi, keamanan, dan solidaritas global.

  • meksiko membara
  • Piala Dunia 2026
  • hubungan as iran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.