Pakar Energi Unpad Usulkan Indonesia Impor Minyak dari Amerika Serikat Akibat Konflik Iran-Israel
📅 Senin, 02 Mar 2026, 20:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
JAKARTA - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai mengancam stabilitas pasokan energi nasional.
Menanggapi situasi yang kian tidak menentu tersebut, pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yayan Satyakti, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengeksekusi kesepakatan impor minyak mentah dari Amerika Serikat atau Trump Deal sebagai langkah konkret dalam mengamankan stok bahan bakar minyak (BBM) melalui jalur logistik Asia-Pasifik yang dinilai lebih aman.
"Langkah yang paling konkret, segera eksekusi Trump Deal. Bahwa Indonesia akan mengimpor minyak mentah dari AS," ujar Yayan ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut Yayan, langkah tersebut dapat ditempuh oleh Indonesia untuk mengurangi ketidakpastian nasib pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor dari Timur Tengah.
Yayan menilai pergerakan logistik dari Amerika Serikat melalui Asia Pasifik relatif lebih aman apabila dibandingkan dengan Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau menggunakan jalur Asia-Pasifik sepertinya aman, tanpa menggunakan jalur Timur Tengah," kata Yayan.
Sebelumnya, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah Juni 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman.
Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!