IHSG Pagi Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Imbas Konflik Iran dengan Israel-AS
Senin, 02 Mar 2026, 10:38 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia, dipicu meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
IHSG dibuka melemah 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,31. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,99 poin atau 0,36 persen ke posisi 834,90.
âKiwoom Research sarankan untuk kurangi posisi portofolio dan perbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu,â ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Liza mengatakan pelaku pasar memasuki pekan ini dengan risiko geopolitik sebagai driver utama.
Ia menyebutkan energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi volatilitas tinggi pada pembukaan pasar Senin ini, dan setidaknya sepekan ke depan.
"Fokus utama investor, yaitu durasi konflik dan tingkat eskalasi, stabilitas Selat Hormuz, dan arah harga minyak di atas 90-100 dolar AS per barrel," ujar Liza.
Di sisi lain, berkaca pada Perang Rusia dan Ukraina tahun 2022, Liza menyebut market Indonesia yang commodity-driven sejatinya diuntungkan seiring kenaikan harga komoditas di tingkat global.
Dari kawasan Asia, Bursa negara-negara Asia melemah, bahkan Bursa Kuwait sempat menghentikan perdagangan, dan Uni Emirat Arab (UEA) menutup pasar sahamnya pada Senin dan Selasa menyusul serangan Iran.
Dari kawasan Eropa, Uni Eropa menyerukan âmaximum restraintâ, perlindungan warga sipil, penghormatan penuh terhadap hukum internasional, serta pencegahan eskalasi yang dapat mengganggu Selat Hormuz dan memicu dampak ekonomi global, meski di internal blok terdapat perbedaan pandangan dan pengaruh Eropa terhadap konflik dinilai terbatas.
Data ekonomi dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Inflasi periode Februari 2026 dan neraca perdagangan periode Januari 2026, yang diperkirakan surplus akan meningkat ke angka 2,76 miliar, serta terlihat adanya pertumbuhan impor dan ekspor.
Bursa AS di Wall Street kompak melemah pada perdagangan Jumat (27/02), di antaranya indeks Dow Jones turun 1,05 persen ke level 48.977,92, indeks S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke 6.878,88, dan indeks Nasdaq melemah 0,92 persen ke 22.668,21.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 908,90 poin atau 1,54 persen ke 57.941,39, indeks Shanghai melemah 19,35 atau 0,47 persen ke 4.143,52, indeks Hang Seng melemah 698,67 poin atau 2,62 persen ke 25.931,85, indeks Kuala Lumpur melemah 15,02 poin atau 0,87 persen ke 1.701,59, dan indeks Strait Times melemah 101,54 poin atau 2,03 persen ke 4893,52.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Kerjasama Mendukung Percepatan Digitalisasi sektor pariwisata di Destinasi Unggulan Indonesia
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.