IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor

Jumat, 12 Jun 2026, 19:05 WIB

JAKARTA – Pelemahan cukup signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar domestik terhadap dinamika global.

Ketidakpastian ekonomi dunia, tensi geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara utama telah mendorong investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko. Kondisi tersebut memicu arus keluar modal dan meningkatkan volatilitas di pasar saham.

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Meski demikian, ketahanan IHSG ke depan tetap akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan fundamental ekonomi nasional, kinerja emiten, serta kemampuan pemerintah dan otoritas menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Seperti diketahui, IHSG hingga Jumat (12/6), tercatat melemah 2.639,28 poin atau sekitar 30,52 persen sejak awal tahun ini.

Dalam perdagangan, Jumat (12/6), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 121,63 poin atau 2,07 persen ke posisi 6.007,66 dipicu oleh optimisme pelaku pasar akan terjadinya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,61 poin atau 1,81 persen ke posisi 597,45.

"Faktor positif eksternal yang mendorong penguatan IHSG di antaranya ekspektasi akan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran, dan koreksi harga minyak mentah di bawah 90 dolar AS per barel," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Sedangkan dari dalam negeri, Ratna mengatakan beberapa sentimen positif di antaranya adanya pernyataan dari pemerintah yang akan melakukan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), dan menurunkan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen.

Pada pekan depan, ia mengatakan pelaku pasar akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (18/6), yang menurut konsensus akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 5.900- 6.000 dan resistance 6.150- 6.220 pada pekan depan," ujar Ratna.

IHSG yang dibuka menguat betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor barang baku yang naik 4,19 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 5,03 persen dan 4,17 persen.

Sedangkan satu sektor turun yaitu sektor kesehatan yang turun 2,28 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KIOS, APSR, PART, BUKM, dan RLCO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PSAB, BABY, LCKM, MPRO dan RISE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.401.960 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,47 miliar lembar saham senilai Rp21,68 triliun. Sebanyak 615 saham naik, 108 saham menurun dan 93 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 2,87 persen ke 66.058,00, indeks Shanghai melemah 1,12 persen ke 4.031,51, indeks Hang Seng menguat 1,93 persen ke 24.718,10, dan indeks Strait Times menguat 0,76 persen ke 5.025,80.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.