- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hari Ke-3 Perang AS-Israel...
Hari Ke-3 Perang AS-Israel di Iran: Kemungkinan Invasi le Lebanon, 555 Tewas hingga Kilang Saudi Diserang
Senin, 02 Mar 2026, 16:41 WIBBEIRUT - Konflik serangan Amerika Serikat-Israel di Iran mulai menyebar ke Lebanon dan wilayah yang lebih luas, sementara Kuwait melaporkan 'beberapa' pesawat tempur AS jatuh.
Dari The Guardian, militer Israel mengatakan pertempuran melawan Hizbullah yang didukung Iran bisa memakan waktu 'berhari-hari' lagi.Â
Seorang juru bicara militer Israel telah memberikan pengarahan kepada wartawan di Israel . Ketika ditanya apakah Israel Defense Forces sedang mempersiapkan kemungkinan invasi darat ke Lebanon, juru bicara tersebut dikutip mengatakan bahwa " semua opsi ada di meja ".
Dia mengatakan bahwa Hizbullah "telah melakukan kesalahan yang sangat buruk" dengan memilih untuk menyerang Israel pada malam hari.
âIDF akan bereaksi dengan sangat cepat dan mereka akan membayar harga yang mahal ,â kata juru bicara itu kepada wartawan. âHizbullah menembaki kami tadi malam. Mereka tahu persis apa yang mereka lakukan.â
Setidaknya 555 orang tewas di IranÂ
Palang Merah Iran (Iranian Red Crescent Society) menyatakan dalam sebuah unggahan Telegram bahwa 555 orang telah tewas di Iran akibat serangan Israel-AS di 131 kota.
IRCS menyatakan bahwa lebih dari 100.000 petugas penyelamat berada dalam "siaga penuh" di seluruh negeri, dan menambahkan bahwa "jaringan sekitar 4 juta relawan dalam keadaan siaga" untuk menyediakan "layanan kemanusiaan" dan "dukungan psikososial" kepada mereka yang terdampak.
Kilang Minyak Saudi Diserang drone
Kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi diserang oleh pesawat nirawak pada hari Senin, kata kementerian pertahanan negara itu. Pihak berwenang menembak jatuh pesawat yang datang dan tidak ada laporan korban luka.
Pengumuman ini menyusul laporan sebelumnya di Bloomberg yang menyatakan bahwa perusahaan minyak negara Arab Saudi, Aramco, telah menghentikan sementara operasi di kilang Ras Tanura setelah serangan pesawat tak berawak di daerah tersebut.
Kompleks Ras Tanura memiliki salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari.
Penutupan jalur tersebut kemungkinan akan menambah kekhawatiran pasokan karena pengiriman melalui Selat Hormuz, yang dilalui oleh 13-15 juta barel, atau 20% dari pasokan minyak global, hampir terhenti setelah kapal-kapal diserang di sekitarnya kemarin.
Rudal atau drone Iran telah menghantam bandara, hotel mewah, dan target sipil lainnya di seluruh Teluk, dengan serangan dilaporkan di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi , dan UEA, yang memicu kemarahan di antara pemerintah negara-negara Teluk.
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menkeu Jamin Anggaran Negara Aman meski Pemerintah Lakukan Efisiensi
-
Lebaran Anak Yatim, Tradisi Berbagi Kebahagiaan Masyarakat Lataling Simeulue
-
Jenazah Awak Kapal Thailand Ditemukan Dekat Selat Hormuz
-
Berhasil Diselamatkan, Kopilot Jet AS Dilarikan dari Iran ke Kuwait untuk Perawatan
-
Sabar/Reza Mengalahkan Pasangan Thailand untuk Melaju ke Babak Kedua
-
Penyelenggaraan Festival Book Fair 2026 di Perpustakaan Jawa Tengah
-
Epic Comeback, Megawati dkk Bungkam Electric PLN dalam Drama 5 Set di Final Four Proliga 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.