Lebaran Anak Yatim, Tradisi Berbagi Kebahagiaan Masyarakat Lataling Simeulue

Jumat, 03 Apr 2026, 18:39 WIB

SIMEULEU, ACEH - Masyarakat Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, merayakan lebaran atau hari raya anak yatim yang ada di desa itu.

Kepala Desa Lataling Rajuin di Simeulue, Jumat, mengatakan perayaan hari raya anak yatim di desa tersebut ini sudah menjadi tradisi dan setiap tahun dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat dalam desa.

Ket. Foto: Masyarakat Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Aceh, merayakan hari raya anak yatim, Jumat (3/4). — Sumber: ANTARA/Ade Irwansah

"Kegiatan hari raya anak yatim ini sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Lataing. Setiap tahun, setelah Idul Fitri dilaksanakan lebaran anak yatim," kata Rajuin.

Menurutnya, lebaran anak yatim ini merupakan momen istimewa untuk berbagi kebahagian dengan anak yatim dan selalu dinantikan oleh masyarakat dalam desa.

Sebelum pelaksanaan hari raya anak yatim, kata Rajuin, masyarakat memberikan santunan kepada anak yatim melalui panitia. Dalam perayaan hari raya anak yatim ini masyarakat memberikan santunan berupa uang, atau paket sembako.

"Sebelum lebaran anak yatim ini masyarakat telah memberikan berbagai sumbangan untuk diberikan kepada para anak yatim dalam desa melalui panitia yang telah dibentuk. Tahun 2026 anak ada delapan anak yatim yang diberikan santunan," kata Rajuin.

Sudirman, panitia hari raya anak yatim, menuturkan kegiatan tersebut banyak memberikan manfaat dan dampak positif bagi anak yatim itu dan juga masyarakat luas dalam dan di luar desa.

"Perayaan anak yatim ini dapat meningkatkan kepedulian sosial. Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama, terutama dengan mereka yang kurang beruntung. Hal ini membantu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang," katanya. 

Menurut dia, bagi anak yatim, perhatian dan kasih sayang yang mereka terima selama Lebaran memberikan dukungan moral yang sangat berarti. Ini membantu mereka merasa lebih dihargai dan diterima dalam masyarakat.

Sudirman berharap tradisi perayaan hari raya anak yatim ini akan selalu terjaga di masa mendatang. 

"Semoga tradisi ini akan selalu terjaga selamanya," ucap Sudirman. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.