Pesan Keras Hossam Hassan Bangkitkan Mesir, Cetak Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Selasa, 23 Jun 2026, 00:15 WIB

VANCOUVER — Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan pesan tegasnya kepada para pemain saat jeda pertandingan yang menjadi titik balik kemenangan pertama negaranya di Piala Dunia.

Mesir berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Selandia Baru 3-1 di BC Place, Senin (22/6). Kemenangan tersebut mengantarkan The Pharaohs ke puncak klasemen Grup G dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Belgia pada laga pembuka.

Ket. Foto: Pelatih timnas Mesir Hossam Hassan. — Sumber: AFP

Sebelum pertandingan, Hassan berada di bawah tekanan besar untuk membawa Mesir meraih kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia. Dalam tiga penampilan sebelumnya pada 1934, 1990, dan 2018, Mesir hanya mencatat lima kekalahan dan dua hasil imbang.

Catatan tersebut tentu tidak sejalan dengan status Mesir sebagai negara tersukses di Afrika, dengan tujuh gelar Piala Afrika yang menjadi rekor terbanyak.

Hassan mengaku memberikan motivasi keras kepada para pemain di ruang ganti setelah babak pertama berakhir.

"Pada babak pertama saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami tidak akan kembali ke lapangan jika kami tidak memiliki tekad untuk menang dan mengambil kepercayaan diri dari kebanggaan yang kami rasakan atas dukungan para suporter," ujar Hassan.

Pesan itu terbukti efektif. Mesir tampil jauh lebih agresif setelah jeda dan berhasil membalikkan keadaan.

Menurut Hassan, timnya membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri setelah perjalanan panjang menuju Piala Dunia.

"Kepada komunitas sepak bola Mesir, kami membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri, memaksimalkan kekuatan kami, serta menghargai perjalanan menuju kualifikasi dan kerja keras generasi sebelumnya yang membuka peluang ini," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sejarah baru bagi sepak bola Mesir.

"Saya ingin generasi ini menentukan masa depannya sendiri dan membangun jalannya sendiri. Kami juga ingin terus berkembang di level liga nasional dan sepak bola Afrika," tambahnya.

Kebangkitan Mesir tidak lepas dari kontribusi besar Mohamed Salah. Kapten The Pharaohs itu mencetak satu gol dan memberikan satu assist yang membantu timnya tampil lebih tajam setelah turun minum.

"Salah bekerja sangat keras di lapangan dan itu sesuatu yang perlu diketahui banyak orang," kata Hassan.

Pelatih berusia 59 tahun itu juga mengungkapkan bahwa ia mencoba memanfaatkan kemampuan Salah dengan menempatkannya di posisi yang lebih sesuai dengan karakter permainannya.

"Mungkin saya menjadi salah satu pelatih pertama yang menempatkannya di posisi yang sesuai dengan bahayanya, kemampuan, dan kualitasnya. Kami telah bekerja pada banyak hal dan saya yakin kami akan melihat lebih banyak lagi darinya," ujar Hassan.

Mesir kini akan menjalani laga terakhir Grup G menghadapi Iran di Seattle. Hasil positif akan semakin memperbesar peluang mereka melangkah ke fase berikutnya dan memperpanjang perjalanan bersejarah di turnamen dunia.

  • timnas mesir
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.