Serangan AS-Israel ke Iran Dinilai Bisa Picu Perang Kawasan
📅 Minggu, 01 Mar 2026, 13:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik menilai serangan militer yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran berpotensi memicu perang kawasan di Timur Tengah.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah dan Arab Saudi.
Mahfuz dalam keterangannya di Jakarta, Minggu menilai serangan balasan itu berpotensi besar menciptakan perang kawasan, karena menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang.
Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.
"Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengharapkan negara-negara di kawasan Teluk akan berpikir ulang tentang kerja sama mewujudkan perdamaian kawasan bersama Israel.
Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak menggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Sebelumnya, Israel mengumumkan telah melakukan serangan pendahuluan pada Iran, Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan militer yang didukung AS itu menunjukkan dengan gamblang bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Iran adalah negara dengan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Ketua Komisi I DPR 2010-2017 itu.
Menurut dia, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu kepada sejumlah pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
"Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu," katanya.
Mahfuz menegaskan serangan Israel-AS terhadap Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS.
"Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam," tuturnya.
Ia menilai serangan tersebut akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!