Perang AS-Israel di Iran: Netanyahu Mengisyaratkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Rudal Tomahawk

Minggu, 01 Mar 2026, 02:53 WIB

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, berbicara kepada media setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran; 201 orang tewas di Iran, menurut laporan media.

Dari The Guardian, Netanyahu mengatakan serangan udara telah menghancurkan kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan menambahkan bahwa "semua indikasi menunjukkan bahwa tiran ini sudah tidak bersama kita lagi".

Ket. Foto: Asap hitam mengepul setelah serangan udara terhadap kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran. — Sumber: Istimewa

Meskipun tidak secara eksplisit mengkonfirmasi kematian Khameini, ini adalah indikasi resmi terkuat hingga saat ini bahwa pemimpin yang hilang itu telah meninggal.

Khamenei belum terdengar kabarnya sejak serangan AS-Israel dimulai dan citra satelit menunjukkan bahwa kompleks kediamannya yang aman di Teheran mengalami kerusakan parah akibat gempuran awal.

Amerika Serikat sebelumnya dilaporkan melancarkan serangan rudal jelajah jarak jauh presisi Tomahawk dari aset militernya yang ditempatkan di Timur Tengah.

Rudal ini kerap menjadi serangan pembuka untuk memborbardir wilayah musuh seperti yang digunakan secara masif dalam operasi "Badai Gurun" (1991) di Irak, dan serangan terhadap pemberontak Houthi Yaman. 

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya mengklaim bahwa pemimpin tertinggi dan presiden Iran keduanya "aman dan sehat".

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Trump telah berbicara dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, UEA, dan  serta sekretaris jenderal NATO, Mark Rutte , demikian kata sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt .

Netanyahu menyerukan warga Iran untuk 'membanjiri jalanan' dan memanfaatkan 'kesempatan' untuk menggulingkan rezim.

Dalam pidatonya kepada rakyat Iran yang "berani" , Netanyahu mengatakan serangan itu akan membantu mereka "membebaskan diri dari tirani".

Mereka memiliki "kesempatan sekali seumur hidup" untuk menggulingkan rezim Iran, katanya.

Dia mendesak warga Iran untuk "turun ke jalan secara massal" dan "menyelesaikan pekerjaan itu".

Sudah saatnya kalian bersatu dan menjalankan misi bersejarah ini, katanya.

Ini adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu. Jangan hanya duduk diam, karena momen ini akan datang dan Anda akan diminta untuk turun ke jalan bersama-sama, karena Anda harus menyelesaikan pekerjaan ini, dan Anda harus menjatuhkan dan memberantas rezim ini.

Netanyahu mengatakan para komandan Garda Revolusi dan pejabat senior bidang nuklir telah dilenyapkan.

Dia mengatakan mereka akan terus menyerang “ribuan target” di “rezim teroris” Iran.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.