Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Konflik Geopolitik Iran-Israel Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Energi Indonesia

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Dampak Konflik Geopolitik Iran-Israel Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Energi Indonesia Doc: ANTARA/Xinhua/Li Ying
Ket. Orang-orang memegang bendera nasional Iran di depan Big Ben selama protes terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran, di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026.

SAMARINDA - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian mengancam stabilitas ekonomi nasional.

Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Rizky Yudaruddin, memperingatkan bahwa ketergantungan pada pasokan energi asing dapat menjadi titik lemah Indonesia jika jalur perdagangan internasional di Laut Merah terputus. Menurutnya, langkah konkret menuju swasembada energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari lonjakan harga minyak mentah dunia.

"Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terkait pengayaan uranium ini memunculkan ketidakpastian pasar dan akan memberikan dampak berantai terhadap geopolitik dunia," kata Rizky di Samarinda, Minggu.

Akademisi yang masuk daftar dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford University itu menyebutkan bahwa eskalasi yang memburuk sangat berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional.

Gangguan khususnya akan berdampak pada kawasan di Laut Merah yang selama ini menjadi urat nadi bagi 70 persen perdagangan global, lanjutnya.

"Jalur perairan strategis tersebut sangat krusial bagi kelancaran distribusi pasokan komoditas energi ke berbagai penjuru dunia," kata akademisi yang pernah meneliti terkait dampak perang dan konflik geopolitik terhadap perilaku investor global.

Lebih lanjut Rizky mengatakan hambatan pada jalur distribusi logistik ini dipastikan akan memukul perekonomian banyak negara akibat tersendatnya rantai pasok.

"Kondisi tersebut tentu memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional secara signifikan," ujar dia.

Meskipun sebagian investor mungkin meraup keuntungan dari kenaikan harga saham, stabilitas sektor energi secara keseluruhan terdampak.

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia saat ini pada akhirnya berimbas langsung terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

"Seluruh sektor industri di Tanah Air akan merasakan beban berat karena tingginya ketergantungan nasional terhadap pasokan energi fosil dari luar negeri," kata Rizky.

Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah Indonesia harus merespons situasi tersebut dengan segera mengambil langkah-langkah strategis dan konkret.

Langkah utama yang harus digenjot adalah memaksimalkan potensi industri di dalam negeri guna mencapai target swasembada energi.

Upaya pencapaian swasembada, menurut dia, krusial dan mendesak demi memangkas ketergantungan negara terhadap pasokan energi asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.