Antisipasi Banjir Rel, Satgas Gabungan Disiapkan
Minggu, 01 Mar 2026, 13:27 WIBSEMARANG â Banjir di rel kereta itu bukan sekadar soal genangan air, tapi soal rantai mobilitas yang bisa lumpuh dalam hitungan jam.
Saat rel tergenang, perjalanan terganggu, jadwal berantakan, dan ribuan penumpang ikut terdampak. Karena itu, mengantisipasi banjir di jalur kereta bukan lagi pilihan, tapi keharusan.
Sebagai operator, PT Kereta Api Indonesia tentu punya kepentingan besar memastikan jalur tetap aman dilalui.
Drainase yang rutin dibersihkan, pemantauan titik rawan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah jadi langkah penting agar air tak menguasai rel lebih dulu. Soalnya, rel yang terendam bukan cuma bikin kereta terlambat, tapi juga berisiko pada keselamatan perjalanan.
Di sisi lain, ini juga soal perencanaan kota. Banyak jalur kereta yang melintas di kawasan padat dan rawan banjir.
Kalau tata kelola air dan ruang tidak dibenahi, rel akan selalu jadi âkorbanâ saat hujan deras datang. Padahal, kereta adalah tulang punggung transportasi massal yang diandalkan jutaan orang setiap hari.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan akan ada satuan tugas (Satgas) bersama dengan tim kereta api dalam rangka mengantisipasi banjir tidak melimpah ke rel kereta.
"Jadi nanti InsyaAllah kita bikin Satgas bersama dengan tim kereta api untuk memastikan bahwa apapun yang terjadi.. Semoga air hujan itu atau banjir tidak melimpah lagi ke rel kereta api," ujar Dody di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (1/3).
Dalam kegiatan safari Ramadhan dengan tujuan untuk mengecek kesiapan jalan nasional untuk periode mudik Lebaran, dirinya juga melihat bagaimana agar jalur rel kereta api itu pada saat mudik, meskipun ada hujan deras, rel itu tidak terendam seperti kejadian beberapa waktu lalu di Pekalongan dan Grobogan rel kereta api terendam
"Karena pada saat arus mudik kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang paling utama bagi rekan-rekan kita yang mudik ke arah Jawa dan Jakarta," katanya.
Dody menyampaikan bahwa dirinya akan bersurat secara resmi kepada Menteri Perhubungan terkait hal tersebut, dikarenakan upaya agar jalur rel kereta api tidak terendam banjir merupakan kerja bersama Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.
"Tadi kita diskusikan cukup lama dan memang permasalahannya ada beberapa masalah. Nanti saya mungkin akan bersurat resmi ke Pak Menteri Perhubungan, menyarankan apa yang mesti kita kerjakan secara bersama-sama. Karena itu enggak bisa dikerjakan PU sendiri, tapi harus kerja bareng antara PU dan Perhubungan," katanya.
Sebagai informasi, Jalur KA di Pantura Jawa Tengah antara jalur rel Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sudah dapat kembali dilalui menyusul surutnya banjir yang melanda kawasan tersebut, Sabtu 17 Januari 2026
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan jalur yang sempat terendam banjir itu sudah bisa dilintasi dengan kecepatan terbatas 10 km per jam.
Sebelumnya, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Sragi di Kabupaten Pekalongan tergenang banjir sejak Sabtu dinihari.
Ketinggian air yang menggenang mencapai 10 cm di atas kepala rel.
PT KAI membatalkan perjalanan sejumlah KA yang berangkat dari Semarang serta menerapkan pola operasi memutar untuk KA dari arah barat menuju timur.
- Akibat Banjir
- Antisipasi Banjir di Rel Kereta
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gulkarmat Berjibaku Demi Ibu Hamil dan Balita Amankan dari Banjir di Ciracas
-
Banjir akibat luapan Danau Sentani
-
Ratusan Rumah di Kota Bengkulu Terendam Banjir 1 Meter Akibat Cuaca Ekstrem
-
Film "Scream 7" Raup Keuntungan Besar di Box Office Amerika Utara
-
Banjir di Cibeber Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara
-
Tiga Kecamatan di Kabupaten Malinau Tergenang Banjir
-
Menekraf Ingin Pelatihan Literasi Digital Menyasar ke Segmen Santri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.