Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Baru di Belgia, Lampu Ramadan Hiasi Jalanan Ghent

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 03:15 WIB | Oleh:
Sejarah Baru di Belgia, Lampu Ramadan Hiasi Jalanan Ghent Doc: Anadolu/as
Ket. Lampu-lampu Ramadhan menerangi sebuah jalan di Ghent, Belgia, pada 24 Februari 2026.

GHENT - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Belgia, suasana bulan suci Ramadhan kini terpancar secara visual di ruang publik. Kota Ghent mencatatkan inisiatif perdana di negara tersebut dengan memasang lampu hias Ramadhan di dua ruas jalan perbelanjaan tersibuk, yakni kawasan Bevrijdingslaan dan Wondelgemstraat.

Langkah ini bukan sekadar dekorasi musiman, melainkan simbol kuat tumbuhnya semangat solidaritas dan pengakuan terhadap keragaman komunitas di jantung Eropa sebut kantor berita Turki Anadolu dalam laporannya pada Kamis (26/2).

Inisiatif itu dipimpin Asosiasi Masjid Ghent (VGM) bekerja sama dengan para pemilik toko setempat. Dua kawasan yang dihiasi adalah Bevrijdingslaan-Phoenixstraat di Brugse Poort dan Wondelgemstraat di Rabot.

Lampu dipasang beberapa hari menjelang Ramadhan dan akan tetap terpasang hingga Hari Raya Idul Fitri.

"Ini adalah inisiatif yang pertama kali dilakukan di seluruh Belgia. Di kota lain belum pernah ada pemasangan lampu seperti ini," kata Ketua VGM Mohamed Abd El Motleb Omar kepada Anadolu.

Menurut Omar, gagasan itu mulai terbentuk empat tahun lalu setelah dekorasi Ramadhan serupa muncul di London. Para pedagang setempat kemudian memberikan mandat kepada asosiasi untuk menangani aspek prosedural dan operasional, termasuk pengurusan izin.

"Ini tidak dibiayai oleh dewan kota. Seratus persen dibiayai oleh para pedagang lokal," katanya.

VGM mewakili 23 masjid di Ghent dan berupaya mendukung komunitas Muslim serta mendorong kerja sama antar jemaah dari berbagai latar belakang, termasuk Turki, Maroko, Afghanistan, dan Pakistan.

"Kami menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menyatukan para pengurus masjid dan komunitas Ghent secara luas," kata Omar, seraya mencontohkan acara tahunan buka puasa bersama skala besar yang mempertemukan warga dari beragam latar belakang.

Ia mengatakan ruas jalan yang dihiasi tersebut dikenal memiliki aktivitas komersial yang ramai dan banyak pemilik toko berlatar belakang Muslim. Kawasan itu semakin hidup terutama pada malam Ramadhan, katanya.

"Responsnya sebagian besar positif. Tidak ada masalah, bahkan dari kelompok sayap kanan [konservatif]. Reaksinya jauh lebih positif dari yang saya perkirakan," kata Omar.

Ia menambahkan, dekorasi tersebut memicu percakapan di antara warga yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Ramadhan dan makna puasa bagi warga Muslim.

Ia berharap kota-kota lain di Belgia dapat mengadopsi inisiatif serupa guna mendorong kehidupan masyarakat yang lebih kolaboratif di antara berbagai kelompok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.