Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Provinsi Kaltim Anjurkan Masyarakat Vaksinasi Influenza Cegah Super Flu

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 07:53 WIB | Oleh:
Provinsi Kaltim Anjurkan Masyarakat Vaksinasi Influenza Cegah Super Flu Doc: antara foto
Ket. Vaksinasi influenza

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza secara rutin sebagai upaya paling efektif dalam menangkal penularan Super Flu.

"Imunisasi influenza sangat disarankan untuk dilakukan satu tahun sekali guna mengurangi risiko terpapar virus dan menekan angka kesakitan," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim Eryariyatin di Samarinda, Selasa (13/1).

Ia menyoroti adanya tren peningkatan kasus flu yang signifikan pada periode akhir tahun hingga awal tahun, tepatnya antara Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Lonjakan kasus tersebut utamanya dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem atau masa pancaroba yang membuat kondisi fisik seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Terkait dengan istilah Superflu yang ramai diperbincangkan publik, ia menjelaskan bahwa sebutan itu bukan merupakan terminologi medis resmi melainkan bahasa populer untuk jenis Influenza Tipe A atau H3N2.

Penggunaan istilah tersebut merujuk pada karakteristik virus yang memiliki gejala klinis lebih berat serta kemampuan penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan flu biasa atau H1N1.

"Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya akan merasakan keluhan kesehatan yang cukup mengganggu aktivitas, meliputi demam tinggi, batuk, pilek, nyeri sendi, hingga badan lemas," kata Eri.

Ia menjelaskan dampak serangan virus ini bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius apabila menjangkiti kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

"Kami juga perlu meluruskan informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa Superflu lebih berbahaya daripada COVID-19," ujarnya.

Menteri Kesehatan, katanya, telah menegaskan bahwa H3N2 bukanlah jenis virus baru dan tingkat fatalitas tidak mematikan seperti pandemi COVID-19, meskipun kewaspadaan tetap mutlak diperlukan.

Oleh karena itu, ujarnya, langkah imunisasi menjadi krusial karena terbukti mampu mencegah terjadinya komplikasi kesehatan serius, terutama bagi warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar dapat mengakses layanan vaksin tersebut di berbagai klinik maupun Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dengan biaya yang relatif terjangkau.

Ia menganjurkan pula kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rutinitas sehari-hari.

"Pertahanan terakhir untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap prima adalah dengan menjaga kualitas asupan gizi yang seimbang serta memastikan waktu istirahat yang cukup setiap harinya," demikian Eri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.