Lawan Lonjakan Kasus Kanker 2050: AstraZeneca dan Siloam Perkuat Diagnosis Lewat Kecerdasan Buatan
Kamis, 26 Feb 2026, 14:38 WIBJAKARTA â Dalam momentum peringatan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari, AstraZeneca Indonesia bersama Siloam International Hospitals menegaskan kembali komitmen strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sesi diskusi bersama para pakar kesehatan di bidang onkologi yang membahas optimalisasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru di Indonesia.
Pemanfaatan teknologi itu sejalan dengan inisiatif tersebut, kemitraan ini juga menghadirkan implementasi teknologi AI yang untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia, sebagai upaya mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru yang lebih akurat, cepat, dan efisien. Selain itu inisiatif selaras dengan upaya transformasi sistem kesehatan nasional serta peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia.
Berdasarkan studi, jumlah kasus kanker di Indonesia diproyeksikan akan melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025).
Adapun, tantangan semakin besar karena banyak kasus kanker di Indonesia baru terdiagnosis pada stadium lanjut, yang berdampak pada terbatasnya pilihan terapi, meningkatnya kompleksitas penanganan dan biaya pengobatan, serta menurunnya peluang keberhasilan pengobatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan upaya pemeriksaan diagonistik yang lebih akurat guna meningkatkan efektivitas pengobatan kanker secara berkelanjutan.
Khusus untuk kanker payudara, berdasarkan data GLOBOCAN, tercatat sekitar 65 ribu kasus baru dan lebih dari 22 ribu kematian pada tahun 2020. Sebagian kasus kanker payudara berkaitan dengan ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), yaitu salah satu protein yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker secara lebih agresif.
 âMelalui implementasi teknologi AI sebagai pendamping tenaga medis, proses identifikasi tipe kanker payudaraâtermasuk status HER2 beserta subkategorinyaâdapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu di praktik klinis,â jelas Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, melalui keterangannya pada hari Kamis (26/2).
Selain itu, berdasarkan data GLOBOCAN 2020, kanker paru menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Pada umumnya, kanker paru ditandai dengan terbentuknya nodul atau benjolan yang tumbuh secara tidak terkendali dan berpotensi berkembang menjadi ganas.
Nodul yang bersifat kanker umumnya berukuran lebih besar, dengan bentuk yang cenderung bergelombang atau tajam, serta memiliki tekstur semi-padat atau tidak padat. Kondisi ini sejatinya dapat diantisipasi melalui deteksi dini, mengingat pembentukan nodul pada paru dapat menjadi salah satu indikasi awal kanker paru menurut American Lung Association.
âDalam hal ini, proses skrining penyakit paru khususnya kanker paru dengan bantuan teknologi AI dapat membantu dokter melakukan deteksi secara lebih efisien,â jelas dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K), Subspesialis Onkologi Toraks.
Dari sisi patologi anatomi, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals sendiri telah melakukan integrasi AI menggunakan teknologi AI dari Mindpeak Germany. Teknologi AI ini membantu dalam proses analisis digital jaringan patologi untuk mengidentifikasi status HER2 pada pasien kanker payudara sampai dengan ekspresi HER2 yang sangat kecil.
âDengan dukungan teknologi terbaru ini, hasil patologi anatomi dapat diakses secara real-time di seluruh jaringan rumah sakit Siloam di Indonesia dan secara mobile, sehingga dapat meningkatkan akurasi, memangkas waktu interpretasi, pengiriman hasil, dan mempercepat pengambilan keputusan klinis,â paparnya.
Sementara itu Dr. dr. Patricia Diana Prasetyo, MSi.Med, Sp.PA,menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan diagnostik kanker payudara. Menurutnya terapi target anti-HER2, bila diberikan secara tepat, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Oleh karenya ujarnya, penilaian (scoring) status HER2 harus akurat dan konsisten. Data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian HER2 dapat meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40 % dibandingkan penilaian konvensional.Â
âPemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92% serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66% menjadi 82%, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis,â jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, dokter spesialis radiologi yang berpengalaman dalam skrining dan deteksi dini kanker paru. Dalam pemeriksaan foto toraks, sistem berbasis AI dapat membantu menandai area yang dicurigai sebagai nodul paru yang memerlukan evaluasi lanjutan melalui pemeriksaan CT scan untuk karakterisasi yang lebih detail.
âDeteksi ini memungkinkan pasien diarahkan lebih cepat dan tepat untuk pemeriksaan lanjutan,â
Ia menambahkan bahwa tidak semua nodul paru adalah kanker. Sebagian nodul bersifat jinak dan tidak memerlukan tindakan agresif. Yang dinilai adalah karakteristik nodul serta faktor risiko pasien untuk menentukan tingkat kecurigaannya.
âAI membantu menandai nodul yang perlu dikaji lebih lanjut, namun penting dipahami bahwa AI tidak menggantikan peran dokter. Keputusan klinis tetap berada di tangan dokter, yang mengintegrasikan hasil teknologi dengan kondisi pasien secara menyeluruh. Kolaborasi antara teknologi dan keahlian medis inilah yang memperkuat upaya deteksi dini dan meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.â ungkapnya.
Terkait hal tersebut, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals telah bekerja sama mengintegrasikan sistem berbasis AI melalui software Qure.ai untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan paru. Teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem penilaian tervalidasi yang mampu membedakan nodul berisiko tinggi yang berpotensi merupakan kanker dan nodul berisiko rendah.
Kolaborasi antara AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem layanan kanker nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan deteksi dini kanker, sekaligus menegaskan peran teknologi AI sebagai bagian penting dari pendekatan penanganan kanker yang komprehensif dan berkelanjutan.
âPeningkatan beban kanker di Indonesia menuntut penguatan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya dalam memastikan diagnosis yang tepat waktu dan akurat. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses diagnostik, meningkatkan akurasi interpretasi klinis, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data,â kata dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.
David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, megatakan melalui kolaborasi ini, kami memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses skrining dan analisis kanker secara lebih cepat dan tepat, sekaligus memperkuat kapabilitas digital para tenaga kesehatan. Teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran dokter atau tenaga medis, melainkan menjadi pendamping yang memperkaya pengambilan keputusan klinis.
âKami berkomitmen mengembangkan model layanan yang dapat direplikasi secara nasional, agar masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses perawatan kanker berstandar internasional tanpa harus ke luar negeri," ungkapnya.
President Director Astrazeneca Indonesia Esra Erkomay, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis sains yang berdampak nyata bagi pasien.
âMelalui kolaborasi dengan Siloam International Hospitals dan pemanfaatan AI, kami berharap dapat memperkuat skrining dini dan diagnosis kanker, meningkatkan kualitas pengobatan, serta mendukung agenda transformasi kesehatan nasional menuju sistem layanan kanker yang lebih efektif dan berkelanjutan,â jelasnya.
Inisiatif yang dilakukan AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals menegaskan pentingnya pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab untuk menjawab tantangan kanker yang semakin kompleks di Indonesia. Sebagai implementator awal dalam pemanfaatan AI untuk penanganan kanker, Siloam bersama AstraZeneca mendorong hadirnya layanan yang lebih terintegrasi, berstandar tinggi, dan berfokus pada kebutuhan pasien.
âMelalui kerja sama ini, Siloam juga memperkuat komitmennya dalam membangun model layanan kanker yang dapat direplikasi secara nasional, sehingga mampu memperkuat sistem kesehatan serta memastikan masyarakat di berbagai daerah dapat mengakses layanan kanker berstandar internasional di dalam negeri,â tambahnya.
- Kanker Paru
- Kanker Payudara
- Artificial Intelligence (AI)
- Transformasi Kesehatan
- AstraZeneca Indonesia
- Siloam Hospitals
- Deteksi Dini Kanker
- Diagnosis AI
- HER2
- Skrining Kanker
- Mindpeak
- Qure.ai
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
Perluas Kerajaan AI, Nvidia Rekrut Pimpinan Groq
-
Awal Perjalanan Panjang Homo Sapiens Menaklukkan Bumi
-
Unggulan Terus Berguguran, Juara Bertahan Mensik Tersingkir Dramatis, Medvedev Ikut Angkat Koper dari Miami Open
-
Dari Pagi hingga Senja: SAR Jambi Sisir Batanghari, Cari Lansia yang Hilang
-
Peningkatan penumpang Whoosh saat libur Natal dan Tahun Baru
-
Bandung Tembus 3 Besar Destinasi Wisata Asia versi Agoda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.