Infantino Gelar Rapat Darurat di Maroko, Krisis Kepemimpinan FIFA Kian Memanas
Kamis, 06 Agu 2026, 00:08 WIBRABAT â Presiden FIFA, Gianni Infantino, menggelar rapat darurat dengan jajaran petinggi organisasi di Maroko, Rabu (5/8), di tengah krisis yang mengancam posisinya setelah gagalnya rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Langkah Infantino itu dilakukan menyusul gelombang kritik tajam dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola anggota FIFA sejak ia memperkenalkan proposal pembentukan badan baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia.
Rencana tersebut menawarkan 20 persen saham badan komersial baru kepada investor swasta dengan target menghimpun dana sekitar 4,2 miliar dolar AS (sekitar 68,5 triliun rupiah). Proposal itu menuai kontroversi, terutama karena munculnya perusahaan yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang terlibat dalam skema investasi.
Tekanan yang semakin besar memaksa Infantino menarik proposal tersebut pada pekan lalu. Namun keputusan itu belum mampu meredakan kritik, khususnya dari UEFA.
Konfederasi sepak bola Eropa secara terbuka menuduh Infantino berupaya "menjual jiwa sepak bola" dan menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
Situasi tersebut mengubah peta politik menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027. Jika sebelumnya peluang Infantino untuk terpilih kembali sebagai presiden FIFA periode keempat tampak nyaris tanpa hambatan, kini posisinya justru mulai digoyang.
Sejumlah federasi anggota UEFA telah mencabut dukungannya terhadap pria kelahiran Swiss-Italia itu. Yang lebih mengkhawatirkan bagi Infantino adalah kritik juga datang dari kalangan internal FIFA.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dalam memo internal kepada staf menyebut kegagalan proyek tersebut sebagai "rangkaian peristiwa yang menyedihkan dan patut disesalkan" hingga akhirnya proposal itu harus dibatalkan secara permanen.
Dalam surat tersebut, Grafstrom menulis bahwa individu maupun berbagai persoalan dapat berlalu, tetapi institusi FIFA dan tanggung jawabnya terhadap sepak bola dunia harus tetap menjadi prioritas. Meski tidak menyebut nama Infantino secara langsung, isi memo itu dipandang sebagai kritik terhadap kepemimpinannya.
Nada serupa sebelumnya disampaikan Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, yang menyebut para pegawai "telah dikecoh" dan menggambarkan proposal tersebut sebagai "proyek satu orang".
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah penasihat seniornya, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes.
Sementara itu, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, juga mengambil jarak dari polemik tersebut. Mantan pelatih Arsenal itu menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penyusunan proposal dan menyebut keputusan untuk menariknya sebagai langkah yang "mutlak diperlukan".
Infantino telah berada di Maroko selama sepekan. Negara Afrika Utara itu akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 dan federasi sepak bolanya telah menyatakan tetap mendukung sang presiden.
Rapat yang digelar di kantor FIFA kawasan Afrika di Sale, dekat Rabat, diperkirakan berfokus pada upaya menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan Infantino mampu bertahan hingga pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan.
Berdasarkan statuta FIFA, Kongres Luar Biasa dapat digelar apabila sedikitnya 43 dari 211 asosiasi anggota mengajukan permintaan tertulis.
Laporan The Times menyebut UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah mempertimbangkan langkah bersama untuk meningkatkan tekanan terhadap Infantino. Bahkan, disebutkan terdapat wacana melumpuhkan aktivitas FIFA atau menggelar kompetisi alternatif apabila Infantino menolak mundur.
Meski demikian, UEFA belum memberikan komentar, sementara FIFA, CONCACAF, dan AFC juga belum merespons laporan tersebut.
Di tengah tekanan dari konfederasi besar, Infantino masih mendapat dukungan dari sejumlah negara.
Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, dan Indonesia secara terbuka menyatakan tetap berada di belakang Presiden FIFA tersebut meskipun sikap AFC cenderung sejalan dengan kritik yang disampaikan UEFA.
Infantino selama ini memang dikenal memiliki basis dukungan kuat dari banyak asosiasi sepak bola di luar pusat kekuatan tradisional Eropa dan Amerika Selatan. Banyak federasi dari negara berkembang bergantung pada bantuan pendanaan FIFA untuk menjalankan operasional mereka.
Dalam proposal yang kini telah dibatalkan itu, FIFA bahkan menjanjikan pembagian dividen sebesar 20 juta hingga 40 juta dolar AS kepada setiap asosiasi anggota yang mendukung rencana tersebut mulai awal tahun depan.
Infantino kini berharap memperoleh dukungan penuh dari Afrika yang memiliki 54 suara dalam Kongres FIFA. Sejumlah petinggi sepak bola Afrika telah menyampaikan dukungan, meski Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) sendiri belum mengeluarkan sikap resmi.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) dijadwalkan menggelar rapat pekan depan untuk menentukan posisi mereka.
Presiden Federasi Sepak Bola Selandia Baru, Andrew Pragnell, menilai beberapa pekan ke depan akan menjadi masa yang sangat menentukan bagi masa depan tata kelola sepak bola dunia.
Di sisi lain, Pangeran Ali bin Hussein, Presiden Federasi Sepak Bola Yordania yang pernah dua kali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA, turut melontarkan kritik keras. Ia menuduh FIFA melakukan "pemerasan" dengan menawarkan bantuan kepada sejumlah federasi sebagai imbalan atas dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
"Kami tidak mendukungnya sebelumnya dan tentu tidak akan mendukungnya sekarang," tulis Pangeran Ali melalui media sosial.
Meski posisinya tengah diguncang, Infantino masih memiliki satu keuntungan penting. Hingga kini belum muncul kandidat kuat yang secara resmi siap menantangnya dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Petani Dharmasraya Dapat Bantuan Rp1,9 Miliar, 95 Ton Benih Padi dan Traktor Mulai Disalurkan
-
Gagal Disehatkan, OJK Cabut Izin BPR Ceper Permata Artha
-
Pasutri Pelaku Pencurian Motor di Duren Sawit Ditangkap di Cipinang Indah
-
Pelajar dari Kukar dan Bontang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional
-
Dubes Mesir Ingin Melihat Timnas Indonesia Berlaga di Piala Dunia 2030, Sebut Sepak Bola Pemersatu Bangsa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.