- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pasukan Thailand dan Kambo...
Pasukan Thailand dan Kamboja Kembali Baku Tembak
Rabu, 25 Feb 2026, 02:55 WIBPHNOM PENH - Militer Thailand mengatakan pasukannya terlibat baku tembak dengan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan mereka pada Selasa (24/2), menuduh negara tetangganya melanggar gencatan senjata bulan Desember, sementara Phnom Penh membantah penggunaan senjata apa pun.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara negara-negara Asia tenggara meletus menjadi beberapa putaran bentrokan tahun lalu, menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi pada Juli dan Desember lalu.
Pada akhir Desember lalu kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata, tetapi ketegangan di perbatasan tetap ada dengan kedua pihak saling tuding melanggar gencatan senjata
Militer Thailand mengatakan pasukan Kamboja menembakkan sebuah granat 40mm di dekat patroli Thailand di provinsi perbatasan Sisaket pada Selasa, yang memicu tembakan balasan, menurut sebuah pernyataan.
Juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree, menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri bentrokan selama tiga pekan.
Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya salah dan dirancang untuk menyesatkan opini publik dan memicu ketegangan.
Tidak ada personel Thailand yang terluka pada bentrokan hari Selasa, kata pihak militer.
"Menyusul insiden tersebut, pasukan Thailand merespons dengan menembakkan M79 (peluncur granat) ke arah asal tembakan sebagai peringatan dan untuk membela diri," demikian pernyataan militer Thailand.
Tentara Thailand sebelumnya mengatakan bahwa insiden tersebut mungkin diakibatkan oleh rotasi pasukan Kamboja, dimana personel baru kurang memahami peraturan dan kendali komando.
Dibuat-buat
Neth Pheaktra mengatakan klaim bahwa militernya menembaki pasukan Thailand yang sedang berpatroli adalah rekayasa dan sangat menyimpang dari fakta. Menteri Informasi Kamboja itu pun menegaskan kembali komitmen teguh negaranya terhadap gencatan senjata bulan Desember dan kesepakatan gencatan senjata singkat sebelumnya pada bulan Oktober.
"Kamboja sangat prihatin bahwa tuduhan sepihak yang dibuat tanpa verifikasi bersama, konsultasi, atau pembuktian fakta berisiko memberikan gambaran yang salah tentang situasi di lapangan dan merusak kepercayaan bersama," kata dia.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan bahwa tim penghubung dari militer Kamboja dan Thailand segera membahas masalah tersebut setelah laporan tentang ledakan dan tembakan di pihak Thailand.
"Para pejabat Kamboja secara tegas memberitahu rekan-rekan mereka di Thailand bahwa pasukan Kamboja tidak menembakkan senjata apapun seperti yang dituduhkan," kata Maly Socheata dalam sebuah pernyataan.
Berdasarkan gencatan senjata bulan Desember, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka.
Namun bulan lalu, Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata dengan mengatakan tembakan mortir lintas perbatasan melukai seorang tentara, sementara Phnom Penh mengatakan insiden itu berasal dari tumpukan sampah yang meledak hingga melukai dua tentaranya sendiri.
Sejak pertempuran sengit terakhir, Kamboja menyatakan bahwa pasukan Thailand telah merebut beberapa wilayah di provinsi perbatasan yang bertentangan dengan kesepakatan mereka, dan menuntut penarikan pasukan tersebut.
Bangkok bersikeras bahwa mereka hanya mereklamasi tanah yang merupakan bagian dari Thailand dan telah diduduki oleh warga Kamboja selama bertahun-tahun.
Meskipun kedua negara sepakat pada Desember lalu untuk menghentikan pertempuran, mereka masih perlu menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama seabad, yang berakar dari perselisihan mengenai penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer pada era kolonial Prancis. AFP/I-1
- thailand
- cambodia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Wamendagri Bima Arya Puji Kampung Bahagia Jambi: Soroti RT Punya Peran Krusial
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
-
KPK Sebut Ada Permintaan agar SKPD Menangkan Perusahaan Fadia Arafiq
-
Sekjen PBB Mengecam Meningkatnya ‘Aturan Kekerasan’ di Seluruh Dunia
-
Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel Ilegal
-
Kapal Perang AS Kunjungi Pangkalan AL Kamboja
-
Thailand Dikepung Banjir Terparah dalam Seperempat Abad
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.