Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Tersungkur, Bayang-Bayang Tarif AS Bikin Pasar Ciut

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 17:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Tersungkur, Bayang-Bayang Tarif AS Bikin Pasar Ciut Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meningkatnya ketidakpastian terkait arah kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Sentimen eksternal tersebut memicu aksi ambil untung dan sikap wait and see dari pelaku pasar, terutama pada saham-saham berorientasi ekspor dan sektor yang sensitif terhadap perdagangan global.

Secara analitis, potensi perubahan tarif AS menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan arus perdagangan, yang pada akhirnya berdampak pada ekspektasi kinerja emiten domestik.

Tekanan ini juga diperparah oleh pergerakan dana asing yang cenderung selektif, sehingga IHSG bergerak di zona negatif di tengah minimnya katalis positif dari dalam negeri.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/2) sore, ditutup melemah 115,25 poin atau 1,37 persen ke posisi 8.280,83 dipicu oleh pelaku pasar yang merespon ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,13 poin atau 1,19 persen ke posisi 837,63.

“IHSG dan Rupiah ditutup melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Ratna menjelaskan, ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan masih relatif ketatnya prospek suku bunga AS, membuat indeks dolar AS berbalik menguat.

Selain itu, ketidakpastian tersebut juga membuat harga emas mengalami koreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir, selain didorong oleh aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di hadapan Kongres AS mengenai laporan tahunan resmi, antara lain berisi tentang kondisi negara dan rencana kebijakan pemerintahannya ke depan.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati data GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 2026, yang diperkirakan di level minus 23,8 dari sebelumnya minus 24,1.

Sementara itu, inflasi Euro Area bulan Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 2 persen (yoy).

Dari kawasan Asia, bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut pada Februari 2026, yaitu Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Jazzy Maron
Jazzy Maron
24 Feb 2026, 19:00 WIB.

turun saham ato ihsg bukan karena faktor apapun tapi algoritmanya dibuat begitu, contoh harga emas naik didunia tapi harga saham terkait anjlok. jadi algoritma hari ini dalam server dipengaruhi oleh koreksi

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.