Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Sore Ini Terbang Tinggi Tembus ke 8.396 Usai MA Amerika Serikat Batalkan Tarif Trump

📅 Senin, 23 Feb 2026, 17:00 WIB | Oleh:
IHSG Sore Ini Terbang Tinggi Tembus ke 8.396 Usai MA Amerika Serikat Batalkan Tarif Trump Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melonjak tajam pada perdagangan Senin (23/2), seiring dengan meredanya tensi perang dagang global. Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif luas Presiden Donald Trump menjadi angin segar bagi pelaku pasar domestik, yang langsung merespons dengan aksi beli masif.

Di tengah ketidakpastian kebijakan luar negeri AS, penguatan indeks ke level 8.396 ini mencerminkan optimisme baru terhadap ketahanan ekspor dan stabilitas ekonomi Indonesia di kancah internasional.

IHSG ditutup menguat 124,31 poin atau 1,50 persen ke posisi 8.396,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,48 poin atau 1,49 persen ke posisi 847,76.

“Pasar merespon positif pascakeputusan Mahkamah Agung (MA) AS yang membatalkan tarif dagang global Presiden AS Donald Trump. Keputusan MA tersebut tentunya akan memberikan sebuah harapan dan perbaikan iklim perdagangan global,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus  dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Nico menjelaskan, keputusan MA AS yang membatalkan kebijakan tarif dan menggantinya dengan tarif 10 persen akan menjadi perkembangan penting bagi dunia usaha.

Di sisi lain, pelaku pasar tampaknya tetap fokus terhadap kebijakan lanjutan dari Trump, yang mengatakan berencana untuk menaikkan tarif global dari 10 persen menjadi 15 persen, menyusul keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif "timbal balik" yang diberlakukannya.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan, meskipun para pejabat senior AS menegaskan bahwa kesepakatan yang ada akan tetap berlaku.

"Alhasil, pelaku pasar tampaknya masih wait and see melihat perkembangan dinamika kebijakan di AS terkait penerapan tarif ini," ujar Nico.

Dari dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS, yang artinya Indonesia bersiap segala kemungkinan penyesuaian tarif.

Di sisi lain, optimisme membaik seiring harapan bahwa tarif global bar Trump sebesar 15 persen, yang diperkenalkan setelah MA AS menolak bea masuk timbal balik yang luas, menandakan pergeseran ke arah bea masuk keseluruhan yang lebih rendah dan dapat memberikan dorongan kecil bagi ekspor Indonesia dalam jangka pendek.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 2,34 persen dan 1,67 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DIVA, YELO, MEGA, SKBM dan PADI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS, HILL, SOTS, AKKU dan INTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.987.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,68 miliar lembar saham senilai Rp24,10 triliun. Sebanyak 484 saham naik, 227 saham menurun, dan 247 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenpar: Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

Kemenpar: Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.