Akses Sempat Terganggu, Jalur Baru Disiapkan, Pemkot Bogor Gerak Cepat Ganti Jalan Saleh Danasasmita

Senin, 23 Feb 2026, 17:45 WIB

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mulai bergerak menyiapkan jalur pengganti Jalan Saleh Danasasmita agar akses warga yang sempat terganggu bisa segera pulih. Tahap awalnya dimulai dengan pekerjaan cut and fill, yakni merapikan dan menata kontur tanah sebagai fondasi trase baru.

Langkah ini jadi sinyal bahwa pemulihan akses tidak sekadar wacana. Dengan trase baru yang tengah disiapkan, diharapkan mobilitas warga kembali lancar dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut bisa berangsur normal. Prosesnya memang bertahap, tapi arahnya jelas: akses harus kembali aman dan nyaman untuk dilalui.

Ket. Foto: Pasca amblesnya Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Pemkot setempat tengah mengkaji jalur alternatif sebagai pengganti Jalan Salah Danasasmita. — Sumber: Antara

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan pekerjaan penyiapan lahan dimulai Senin (23/2), setelah seluruh lahan dinyatakan aman, jelas, dan telah dibebaskan oleh pemerintah kota.

"Kita lihat di lapangan, insya Allah lahan sudah aman, sudah clear, dan sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Bogor. Besok akan kita laksanakan cut and fill serta penebangan beberapa pohon sebagai bagian dari dimulainya proyek konstruksi," ujarnya.

Ia menjelaskan proyek jalur pengganti ini menjadi langkah penting untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali lancar setelah akses sebelumnya terganggu.

Pemkot Bogor, kata dia, fokus pada penyiapan lahan agar konstruksi dapat segera berjalan.

Lahan yang disiapkan memiliki lebar sekitar 18 meter dengan panjang kurang lebih 230 meter. Setelah tahap penyiapan lahan selesai, pekerjaan konstruksi jalan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, proses konstruksi masih berada pada tahap lelang guna menentukan kontraktor pelaksana.

Pemkot Bogor sebelumnya telah menuntaskan proses pembebasan lahan pada tahun anggaran 2025.

Menurut Dedie, tahap cut and fill diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu, termasuk penataan kontur tanah dan pemangkasan atau relokasi pohon yang berada di area trase baru.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi jalan oleh Pemprov Jawa Barat diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan hingga jalur dapat difungsikan secara optimal.

Dedie berharap dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar, mengingat proyek ini ditujukan untuk memberikan kepastian akses bagi warga.

"Kami mohon doa dari masyarakat agar proyek ini berjalan lancar. Ini semata-mata untuk membantu masyarakat yang selama ini aksesnya terganggu, dan sudah ada kepastian bahwa jalur ini akan dijadikan trase pengganti," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.