Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
Rabu, 12 Agu 2026, 12:02 WIBJAKARTA â Microchip Technology memperkenalkan Revisi 2.0 dari PolarFire FPGA Ethernet Sensor Bridge, perangkat yang dirancang untuk menyederhanakan konektivitas sensor pada sistem edge AI. Versi terbaru ini menawarkan ukuran lebih ringkas, dukungan kamera lebih banyak, serta arsitektur Ethernet 10Gb yang dapat diskalakan.
Perangkat tersebut dikembangkan menggunakan teknologi Nvidia Holoscan Sensor Bridge (HSB) untuk membantu pengembang mengintegrasikan berbagai sensor ke sistem edge computing berbasis platform Nvidia, termasuk Nvidia Jetson dan IGX.
Dibandingkan generasi sebelumnya, PolarFire FPGA Ethernet Sensor Bridge Rev 2.0 memiliki ukuran 60 persen lebih kecil dan mampu mendukung hingga dua kali lebih banyak kamera. Perangkat juga menggunakan daya melalui USB-C sehingga lebih mudah diterapkan dalam konfigurasi rack deployment.
Microchip menyebut pembaruan tersebut ditujukan untuk mengurangi konsumsi daya, biaya, serta kompleksitas integrasi sistem. Arsitektur berbasis Ethernet 10Gb memungkinkan koneksi berbagai sensor melalui infrastruktur jaringan yang lebih terukur dibandingkan penggunaan koneksi sensor dengan beragam antarmuka khusus.
Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan pemrosesan AI secara langsung di perangkat, termasuk sistem medis, industri, robotika, serta robot humanoid.
Mendukung hingga Empat Kamera
PolarFire FPGA Ethernet Sensor Bridge Rev 2.0 menggunakan FPGA PolarFire dan mendukung hingga empat kamera. Perangkat dilengkapi konektor kamera yang kompatibel dengan platform NVIDIA Jetson.
Microchip juga menyematkan sirkuit pengukuran latensi optik pada papan. Fitur ini memungkinkan pengembang melakukan validasi latensi secara menyeluruh, mulai dari proses penangkapan data sensor hingga inferensi AI.
Pengukuran tersebut dapat dilakukan menggunakan Nvidia Latency Display Analysis Tool, sehingga pengembang dapat mengevaluasi karakteristik latensi dalam sistem edge AI.
Selain konektivitas kamera, perangkat menyediakan konektor ekspansi FPGA Mezzanine Card (FMC) untuk pengembangan fitur pada masa mendatang. Sejumlah antarmuka yang tersedia mencakup MIPI CSI-2, I²C, UART, dan GPIO.
Desain tersebut juga memungkinkan dukungan terhadap berbagai standar antarmuka sensor dan video, termasuk SLVS-EC 2.0, 12G-SDI, HDMI, serta DisplayPort tanpa harus melakukan desain ulang terhadap platform utama.
Konektor PMOD standar turut disediakan untuk memperluas kemampuan integrasi perangkat dengan berbagai modul tambahan.
Tekankan Efisiensi dan Keamanan
Vice President Unit Bisnis FPGA Microchip, Shakeel Peera, mengatakan perangkat generasi terbaru tersebut dirancang agar pengembang dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi AI dibandingkan menghabiskan waktu untuk mengintegrasikan berbagai antarmuka sensor.
âPara pengembang ingin menghabiskan waktu mereka untuk membuat aplikasi edge AI bernilai tinggi, bukan merangkai antarmuka sensor berpemilik,â ujar Shakeel melalui keterangannya pada hari Rabu (12/8).
Menurut dia, teknologi PolarFire FPGA yang hemat daya menjadi fondasi bagi Ethernet sensor bridge generasi kedua untuk menghadirkan konektivitas yang lebih efisien dan aman dalam ukuran yang lebih ringkas.
Perangkat ini dirancang untuk mendukung pemrosesan data multisensor secara real-time melalui Ethernet pada lingkungan edge computing yang memiliki keterbatasan ruang dan daya.
Microchip juga menyertakan fitur keamanan dan keselamatan bawaan untuk membantu melindungi perangkat edge AI sekaligus mendukung penggunaan jangka panjang.
Integrasi dengan Nvidia Holoscan SDK turut membantu pengembang mempercepat proses pengembangan melalui dukungan library, model AI, serta aplikasi referensi yang telah dioptimalkan.
Paket Pengembangan untuk Produksi
Microchip menawarkan perangkat tersebut bersama kamera, kabel, desain referensi, skematik papan, serta berbagai materi desain. Pengembangan RTL didukung melalui Libero SoC Design Suite.
Sejumlah komponen timing dan IC manajemen daya dari Microchip juga telah divalidasi untuk digunakan bersama PolarFire FPGA. Salah satunya adalah PMIC MCP16701, yang ditujukan untuk membantu menyediakan pengelolaan daya dan clocking yang siap diterapkan dalam produk.
Pendekatan terintegrasi tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko integrasi komponen dari pihak ketiga, memperpendek siklus pengembangan, serta menekan total biaya kepemilikan untuk sistem inferensi AI berbasis Ethernet di tingkat edge.
Microchip menilai kemampuan tersebut penting bagi aplikasi robotika dan otomasi industri yang membutuhkan konsumsi daya rendah, latensi deterministik, serta desain perangkat yang ringkas.
Ketersediaan
PolarFire FPGA Ethernet Sensor Bridge Rev 2.0 tersedia untuk dibeli secara langsung melalui Microchip maupun melalui perwakilan penjualan dan distributor resmi Microchip di berbagai negara.
Microchip juga menyediakan informasi lebih lanjut mengenai portofolio perangkat PolarFire dan solusi konektivitas sensor melalui kanal resminya.
- semikonduktor
- Nvidia
- Teknologi AI
- Microchip Technology
- robotika
- Edge AI
- Artificial Intelligence
- Otomasi Industri
- PolarFire FPGA
- Ethernet Sensor Bridge
- NVIDIA Holoscan
- NVIDIA Jetson
- Konektivitas Sensor
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Dominasi Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia
-
Janice/Aldila Siap Bekerja Keras untuk Menghadapi Unggulan
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Norwegia Atas Brasil, Erling Haaland: Saya hanya Butuh Satu atau Dua Peluang untuk Cetak Gol
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Senat Gelar Sidang Pemakzulan terhadap Wapres Duterte
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.