BMKG Menetapkan Tujuh Kabupaten di Jateng Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi
Sabtu, 21 Feb 2026, 11:04 WIBCILACAP â Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian III Februari 2026, menyusul prakiraan akumulasi hujan hingga 300 milimeter per dasarian.
âStatus siaga menandakan potensi hujan menengah hingga lebat terjadi berulang dalam satu dasarian dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir maupun tanah longsor, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan,â kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Sabtu (21/2).
Ia mengatakan status siaga curah hujan tinggi tersebut tercantum dalam peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian III Februari 2026, yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II.
Menurut dia, tujuh kabupaten yang berstatus siaga curah hujan tinggi meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Purbalingga, dan Banjarnegara, karena berpotensi mengalami curah hujan berkisar 200-300 milimeter per dasarian.
Sementara itu, status waspada curah hujan tinggi (150-200 milimeter per dasarian) mencakup wilayah yang lebih luas, meliputi Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan, serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Semarang, Kendal, Demak, Kudus, dan Jepara.
âSecara umum, seluruh zona musim di wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang kejadian hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan,â katanya.
Selain berbasis akumulasi curah hujan dasarian, kata dia, prakiraan cuaca 10 harian juga menunjukkan potensi hujan lebat di banyak kabupaten/kota pada periode 21-28 Februari, dengan sebaran yang dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Ia mengatakan peringatan dini cuaca dan iklim tersebut juga memuat prospek gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah, dengan tinggi gelombang di Samudera Hindia selatan Jateng berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter pada periode tertentu, serta gelombang kategori sedang (tinggi gelombang 1,25-2,5 meter) di sejumlah perairan lainnya.
Ia mengharapkan informasi peringatan dini dasarian dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar penguatan mitigasi, termasuk kesiapan infrastruktur pengendali banjir, pemantauan daerah rawan longsor, dan sistem peringatan dini di tingkat lokal.
âMasyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama serta rutin memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,â kata Teguh.
Berita Terkait:
-
Bank Mandiri Gandeng Indogrosir Luncurkan Kartu Debit Co-Brand, Cek Benefitnya
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Mewaspadai Cuaca Ekstrem di Selat Bali
-
Ebola Darurat Internasional! Afrika Waspada Penyebaran Virus Mematikan ke 10 Negara
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Tanggul Sungai Godo yang Jebol Memperparah Banjir di Pati
-
Menag: Idul Adha 2026 Mengusung Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.