Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kolang-kaling Jadi Buruan Warga di Pasar Induk Kramat Jati saat Ramadan

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 17:51 WIB | Oleh:
Kolang-kaling Jadi Buruan Warga di Pasar Induk Kramat Jati saat Ramadan Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. Pekerja mengolah buah kolang kaling di Desa Linggasari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (7/3).

JAKARTA - Kolang-kaling selalu menjadi komoditas musiman yang diburu warga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, saat bulan suci Ramadan.

Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamundi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (19/2), mengatakan, selain sayur-mayur, cabai dan bawang, kolang-kaling termasuk produk unggulan yang selalu ramai dicari warga saat Ramadan.

"Kalau puasa itu kan biasanya orang ingin yang segar-segar saat berbuka. Bukan hanya buah-buahan, tapi ada ciri khas yang setiap tahun selalu ada, yaitu kolang-kaling," kata Agus.

Bahan makanan bercita rasa segar dan berwarna cerah ini menjadi salah satu pilihan pelengkap wajib hidangan berbuka puasa setiap tahunnya. Karena itu, setiap Ramadan, pengelola pasar ini membuka lapak bagi pedagang musiman kolang-kaling.

Kehadiran pedagang musiman ini sudah menjadi tradisi tahunan di pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Setiap tahun pasti ada pedagang musiman kolang-kaling di Pasar Induk Kramat Jati. "Memang sudah jadi budaya dan ramainya itu ya saat musim Ramadan seperti sekarang," katanya.

20260219174806_InShot_20260219_104146225.jpeg

Lapak pedagang kolang kaling di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (19/2). Antara/Siti Nurhaliza

Sebaiknya Anda baca juga:

Agus menambahkan, tingginya pasokan kolang-kaling selama Ramadan turut meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar. Bahkan, komoditas ini disebut mampu menyumbang kenaikan jumlah pengunjung (traffic) pasar di pasar ini.

"Pasokannya cukup tinggi, jadi otomatis bisa menambah aktivitas di pasar. Harganya sekarang paling di kisaran 20 ribuan rupiah per kilogram," katanya.

Seorang pedagang kolang-kaling, Salman (48) mengatakan, harga jual di tingkat pedagang bervariasi, tergantung kualitas barang.

"Kalau yang biasa 15 ribu rupiah per kilogram. Kalau barangnya bagus bisa 17-18 ribu rupiah. Tahun lalu sempat 12 ribu rupiah, sekarang naik jadi 15 ribu rupiah," kata Salman.

Salman berharap penjualan kolang-kaling tahun ini lebih baik dibandingkan Ramadan sebelumnya. "Mudah-mudahan tahun ini ramai yang beli. Tahun lalu tidak begitu ramai," katanya.

20260219175010_InShot_20260219_104116964.jpeg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.