Gubernur Pramono: Skema WFA dan Mudik Gratis Jadi Solusi Antisipasi Macet Jakarta

Kamis, 19 Feb 2026, 16:05 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Balai Kota Jakarta untuk membahas persiapan arus mudik Lebaran 2026. Pertemuan juga membahas penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang Idul Fitri.

Pemerintah berharap kebijakan WFA dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik lebih awal. Pertemuan tersebut digelar pada Rabu, 18 Februari 2026, sebagai bagian koordinasi antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Balai Kota Jakarta untuk membahas persiapan arus mudik Lebaran 2026. Pertemuan juga membahas penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang Idul Fitri. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Kebetulan kemarin saya bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kami menyambut rencana work from everywhere mulai tanggal 13 sampai 27 atau 28. Artinya memang range-nya panjang," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Selain WFA, Pemprov DKI juga menyiapkan program mudik gratis. Pramono menyebutkan antusiasme masyarakat serta dukungan instansi swasta dan kementerian/lembaga cukup tinggi untuk mendukung kegiatan mudik bersama.

"Maka untuk itu kami juga akan mengatur mengenai mudik bersama. Termasuk DKI Jakarta akan mudik bersama kurang lebih 26.561 bus," ungkapnya. Pemerintah menargetkan jumlah bus ini untuk menjangkau masyarakat luas secara aman dan nyaman.

Untuk mengantisipasi kemacetan, jadwal keberangkatan mudik akan diatur secara bertahap mulai 11 hingga 15 Maret dan seterusnya sesuai dengan kondisi mobilitas masyarakat. Hal ini bertujuan agar perjalanan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu dan mengurangi risiko macet parah.

"Maka kami atur supaya mudik bersamanya tidak bersamaan. Sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa seperti pada waktu itu tanggalnya diatur. Dan mulai dengan tanggal belasan apakah tanggal 11, 12, 13, 14, 15, dan seterusnya," jelas Pramono.

Dengan WFA mulai 13 Maret, masyarakat diharapkan dapat lebih fleksibel mengatur jadwal perjalanan ke kampung halaman.

"Karena mulai work from everywhere-nya kan tanggal 13. Sehingga dengan demikian inilah yang kami gunakan untuk mengatur mudik bersama di Jakarta," tuturnya.

Pemprov DKI berharap kombinasi kebijakan WFA dan pengaturan jadwal mudik bertahap dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Gubernur Pramono menekankan langkah ini penting agar arus mudik Lebaran 2026 lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.