Nilai Tukar Masih Tertekan, Rupiah Melemah di Atas 6 Persen Sepanjang 2026

Jumat, 19 Jun 2026, 20:44 WIB

JAKARTA – Rupiah telah melemah lebih dari enam persen sepanjang tahun ini, mencerminkan tekanan eksternal dan internal yang saling berkelindan dalam memengaruhi stabilitas nilai tukar.

Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, terutama Amerika Serikat (AS), mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas bank menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS. — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.

Sementara itu, dinamika kebijakan moneter dalam negeri turut menjadi faktor penyeimbang yang belum sepenuhnya mampu meredam volatilitas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global, sehingga stabilitas makroekonomi dan koordinasi kebijakan menjadi kunci untuk menjaga tekanan lebih lanjut.

Seperti diketahui, hingga 19 Juni 2026, kurs rupiah terhadap dollar AS melemah 1.033 poin atau sekitar 6,16 persen dari akhir tahun lalu di level 16.771 rupiah per dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6) sore, nilai tukar rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.804 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.794 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan BI-rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen.

“Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan,” ucapnya di Jakarta, Jumat (19/6).

Kenaikan suku bunga acuan tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi rupiah karena berpotensi meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya aliran modal asing. Langkah ini juga menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan BI-Rate secara bertahap dengan total kenaikan mencapai 100 basis poin, sehingga membawa suku bunga acuan kembali ke level 5,75 persen, level yang terakhir kali tercapai pada April 2025.

Melihat dari sisi global, sentimen pasar cenderung membaik setelah muncul perkembangan positif di Timur Tengah. Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz disebut berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak dunia bergerak lebih rendah.

“Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, penurunan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan neraca perdagangan, sehingga memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah,” ungkap Amru.

Kendati demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Dia menerangkan bahwa AS tetap bertahan kuat seiring sikap Federal Reserve yang masih memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi dipertahankan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Kondisi tersebut menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membuat investor global tetap berhati-hati terhadap aset negara berkembang.

Selain itu, lanjut Amru, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah karena setiap potensi pelanggaran kesepakatan atau meningkatnya kembali ketegangan geopolitik dapat memicu volatilitas harga minyak dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

“Secara keseluruhan, prospek rupiah pasca kenaikan BI-Rate dinilai lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Namun, arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama terkait dinamika geopolitik Timur Tengah dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat,” ungkap dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak datar di level Rp17.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.753 per dolar AS.

  • rupiah melemah

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.