Gelombang Tinggi Terjang Perairan Banyuasin 18-21 Februari, Nelayan Diminta Waspada
Selasa, 17 Feb 2026, 18:42 WIBJAKARTA â Neyalan dan warga yang biasa beraktivitas di perairan SUmsel diminta benar-benara hati-hati untuk periode 18-21 Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan Sumsel, khususnya wilayah Banyuasin.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang Sinta Andayani di Palembang, Selasa, mengatakan imbauan terkait hal tersebut untuk periode tanggal 18 hingga 21 Februari 2026, dengan ketinggian gelombang diperkirakan 1,25 hingga 2,5 meter. Ia menambahkan kondisi sinoptik yakni pola angin di wilayah Sumsel pada umumnya bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan angin 6-25 knot.
Adapun kondisi tersebut, lanjutnya, berisiko terhadap pelayaran. Untuk perahu nelayan, kata dia, apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kemudian untuk kapal tongkang, apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara itu sebelumnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang akan mengeluarkan Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan untuk pelaut, apabila mendapatkan informasi terkait cuaca yang tidak memungkinkan dari BMKG.
"Keselamatan perairan Sungai Musi beberapa ke depan tergantung informasi cuaca dari pihak BMKG," katanya Kepala KSOP Kelas 1 Palembang Laksamana Pertama TNI Idham Faca. Ia menambahkan apabila mendapatkan informasi cuaca yang tidak memungkinkan, pihaknya akan mengeluarkan NtM kepada para kapal.
"Karena kapal yang melintas akan diperingati atau disetop, ada tiga penyebab yakni ada status persoalan hukum kepada kapal, faktor-faktor cuaca tidak bersahabat, kemudian kapal yang tidak sesuai spesifikasi terkait izin maupun legalitas," katanya.
Hujan di Sumut
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Rabu (18/2). Prakirawan BBMKG wilayah I Budi Prasetyo di Medan, Selasa, mengatakan cuaca di Sumatera Utara pada Rabu pagi berpotensi hujan ringan di Langkat, Kepulauan Nias, Batubara, Padang Lawas, Deli Serdang dan sekitarnya.
Sementara pada Rabu siang hingga sore hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Hujan intensitas sedang dapat terjadi di Samosir, Simalungun dan sekitarnya.
Pada malam hari juga masih berpotensi hujan ringan hingga sedang, dimana hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi di Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Toba, dan Medan. Kemudian pada dini hari hujan ringan di Serdang Bedagai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Batubara, Labuhanbatu,Labuhanbatu Selatan dan sekitarnya.
Budi mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah Sumatera Utara disebabkan adanya konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Utara akibat adanya sirkulasi siklonik di perairan Kalimantan dan Samudera Hindia barat Aceh, serta adanya sistem tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Pulau Sumatera. Hal ini menyebabkan terjadi perlambatan dan penumpukan massa udara di wilayah Sumatera Utara.
Analisis dinamika atmosfer, lanjutnya, menunjukkan adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi angin di sekitar wilayah pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara. Anomali suhu muka laut yang relatif hangat serta kondisi labilitas atmosfer yang cukup kuat turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Berdasarkan kondisi tersebut, kata dia, wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Berdasarkan kondisi tersebut pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif guna memastikan aktivitas sehari-hari tetap berlangsung aman dan lancar.
Masyarakat diharapkan senantiasa merujuk pada informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu para kepala daerah diimbau untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Euforia IPO Meledak! Mirae Asset Ingatkan Risiko di Balik Serbuan Investor Ritel
-
BMKG Ingatkan Warga untuk Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sulut
-
Antrean Panjang di SPBU, Kapolres Situbondo Minta Warga Tak Panic Buying
-
Sesosok Mayat Laki-laki dengan Luka di Leher di Jombang
-
Seleksi Akpol Jateng 2026: Wakapolda Pantau Tes Kesehatan Tahap I Gelombang Kedua
-
Suasana yang Tenang Tiba-tiba Berubah Riuh Ketika Laut Bergelombang Tinggi Lalu Menghantam Rumah-rumah yang Penghuninya Terlelap
-
Ribuan Warga Lokal Padati Bukit Merese Mandalika di Libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.