Selain KUR, Kemenekraf Siapkan Skema Alternatif Dorong Ekosistem Ekraf

Senin, 13 Jul 2026, 18:16 WIB

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif (Sesmen Ekraf) Dessy Ruhati mengatakan implementasi pembiayaan dan permodalan di ekosistem ekonomi kreatif dapat didorong dengan skema yang dapat mengembangkan ekosistem ekraf yang berkelanjutan dan sesuai dengan kematangan usaha.

Dessy mengatakan instrumen yang didorong kementerian adalah melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang telah menjangkau puluhan ribu pelaku usaha dengan nilai pembiayaan yang terus meningkat.

Ket. Foto: Tangkapan layar Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif (Sesmen Ekraf) Dessy Ruhati (kanan) dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI tentang Akses Pembiayaan dan Permodalan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (13/7). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

"Hal tersebut menunjukkan bahwa KUR tetap menjadi instrumen utama bagi pengembangan UMKM ekonomi kreatif. Namun, bagi kami keberhasilan KUR tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan," kata Dessy dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI bertema "Akses Pembiayaan dan Permodalan", yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (13/7).

Dessy mengatakan hingga semester I 2026, KUR ekraf telah menjangkau 93.182 pelaku usaha dengan nilai pembiayaan hingga Rp5 triliun.

Namun, dari KUR yang telah disalurkan, keberhasilan sesungguhnya dapat terlihat jika pembiayaan tersebut mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta mendorong pelaku usaha naik kelas.

Dessy mengatakan selain KUR, alternatif pendanaan yang juga sedang didorong untuk meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif adalah skema security crowdfunding.

Skema ini telah mengumpulkan total pendanaan sebesar Rp36 miliar dengan total 19 pelaku usaha ekraf yang dinilai memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kreatif yang memiliki prospek baik untuk memperoleh pendanaan langsung dari masyarakat melalui platform yang telah diatur oleh OJK.

"Perkembangan pembiayaan melalui skema ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memiliki kepercayaan yang semakin besar terhadap usaha-usaha kreatif Indonesia. Ke depan, skema seperti ini akan terus kami dorong sebagai alternatif pembiayaan dan permodalan yang melengkapi sistem," ungkap Dessy.

Sementara, bagi pelaku usaha yang telah berkembang lebih besar, Dessy menilai pasar modal menjadi akses pembiayaan yang sesuai dengan tingkat kematangan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Ia mengatakan masuknya pelaku ekonomi kreatif ke pasar modal merupakan indikator bahwa usaha kreatif Indonesia memiliki daya saing yang semakin baik.

Hal ini membuktikan bahwa terdapat jalur pembiayaan dan permodalan yang memungkinkan pelaku usaha berkembang mulai dari usaha rintisan, memperoleh KUR, berkembang melalui investasi, hingga mampu menghimpun modal dari publik.

"Dengan demikian, keberhasilan pembiayaan tidak berhenti pada saat kredit dicairkan, tetapi diukur dari kemampuan usaha untuk tumbuh secara berkelanjutan," katanya.

Ia juga mengatakan penerapan prinsip "Right Financing for the Right Business Stage" dapat menjadi tolok ukur pelaku usaha memperoleh jenis pembiayaan yang sesuai dengan tingkat kematangan usahanya.

Lebih jauh, Dessy mengatakan ke depannya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif bukan lagi semata-mata ketersediaan sumber dana melainkan membangun keterhubungan antarberbagai skema tersebut agar pelaku usaha dapat menemukan jalur pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Ant

  • kredit usaha rakyat (KUR)
  • Kemenekraf

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.