Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stop Drama Harga! Pemerintah Klaim Harga Tetap Jinak Jelang Ramadan

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stop Drama Harga! Pemerintah Klaim Harga Tetap Jinak Jelang Ramadan Doc: ANTARA/Kementan
Ket. Tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi harga ayam di Pasar Klender, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

JAKARTA – Menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, stabilitas harga komoditas pangan jadi kunci menjaga mood ekonomi rumah tangga.

Polanya hampir selalu sama: permintaan naik, distribusi makin padat, dan kalau stok tak dikelola rapi, harga gampang melonjak.

Di titik inilah peran negara lewat koordinasi lintas sektor—mulai dari produksi, logistik, sampai pasar—jadi penentu.

Upaya yang digencarkan Badan Pangan Nasional penting bukan cuma untuk memastikan pasokan aman, tapi juga menjaga daya beli masyarakat di Indonesia tetap terjaga.

Secara ekonomi, harga pangan yang stabil punya efek berantai: inflasi lebih terkendali, konsumsi tetap jalan, dan pelaku usaha kecil tidak ikut tertekan.

Sebaliknya, kalau harga liar, beban pertama langsung jatuh ke keluarga menengah-bawah. Jadi, stabilisasi pangan jelang hari besar keagamaan bukan sekadar rutinitas tahunan—ini strategi menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga daging ayam ras tetap stabil dan terkendali menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dalam keterangannya, Jumat (13/2), mengatakan hasil pemantauan lapangan menunjukkan pasokan aman dan harga di tingkat pasar masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Agung mengatakan tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan telah melakukan inspeksi di Pasar Klender SS, dengan temuan harga ayam Rp35.000-38.000 per kilogram.

“Berdasarkan hasil tersebut, harga daging ayam di Pasar Klender SS masih berada di bawah HAP Rp40.000 per kilogram. Tercatat terdapat 27 pedagang ayam yang berjualan di lokasi tersebut. Para pedagang memperoleh pasokan dari rumah potong hewan unggas di kawasan Pulo Gadung,” ujar Agung.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, sehat, utuh, dan halal dengan harga yang terjangkau, sementara pedagang tetap mendapatkan margin yang wajar,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga ayam dan telur secara nasional.

“Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idulfitri, 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dalam kondisi aman,” kata Mentan Amran usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2).

Pemerintah memastikan pemantauan intensif akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha hingga Idul Fitri untuk menjaga kelancaran distribusi, stabilitas harga, serta keterjangkauan pangan protein hewani bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.