QRIS Lagi Ngebut! Transaksi di Sultra Melejit 184 Persen Akhir 2025
Jumat, 13 Feb 2026, 21:50 WIBKENDARI â Lonjakan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di daerah menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran bukan lagi milik kota besar semata.
Inisiatif Bank Indonesia lewat QRIS pelan-pelan mengubah kebiasaan transaksi di pasar tradisional, warung, hingga UMKM pinggiran.
Kenaikan ini bukan sekadar soal adopsi teknologi, tapi cerminan membaiknya inklusi keuangan dan efisiensi ekonomi lokalâtransaksi jadi lebih cepat, pencatatan lebih rapi, dan pelaku usaha makin mudah mengakses pembiayaan formal.
Tantangannya kini bergeser: memastikan kualitas jaringan, literasi digital, dan keamanan transaksi ikut tumbuh, supaya ledakan pengguna QRIS benar-benar berujung pada penguatan ekonomi daerah, bukan cuma angka statistik.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat lonjakan volume transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebesar 184,61 persen pada triwulan IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi, saat ditemui di Kendari, Jumat (13/2), mengatakan jumlah transaksi nontunai tersebut mencapai 4,36 juta kali, melesat jauh dari posisi triwulan IV 2024 yang tercatat sebanyak 1,53 juta transaksi.
"Pertumbuhan ekonomi Sultra yang solid tidak lepas dari perkembangan transaksi nontunai. QRIS telah menjadi game changer dalam pembayaran ritel masyarakat," kata Edwin.
Dia menyebutkan hingga akhir 2025, total pengguna QRIS di Bumi Anoa mencapai 303 ribu orang, jumlah tersebut juga mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen secara tahunan (year-on-year).
"Sepanjang triwulan IV saja, terdapat penambahan sebanyak 31,7 ribu pengguna baru," ujarnya.
Edwin menyampaikan peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya tren adopsi gaya hidup digital di tengah masyarakat Sultra, yang sebelumnya hanya mencatatkan 271 ribu pengguna pada periode yang sama 2024.
Ia menjelaskan bahwa selain dari sisi konsumen, ekosistem digital juga diperkuat dengan ekspansi jumlah pedagang (merchant). Secara tahunan, jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS tumbuh signifikan sebesar 37,65 persen.
"Tercatat sebanyak 239 ribu merchant di Sultra kini telah terintegrasi dengan sistem QRIS, meningkat dari posisi tahun lalu yang berjumlah 173 ribu merchant," jelasnya.
Edwin menambahkan pihaknya memproyeksikan tren pembayaran digital ini akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya akseptasi di berbagai sektor ritel, mulai dari pusat perbelanjaan hingga UMKM di pelosok daerah.
"Sinergi antara kemudahan teknologi dan pertumbuhan ekonomi diharapkan terus mendorong inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara," tambah Edwin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
Suasana Sembahyang Hari Raya Galungan di Palangka Raya
-
BPJPH Pasang Aturan Ketat, Produk Impor Tanpa Sertifikat Halal Terancam Tersingkir
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Pasokan Uang Kian Gemuk, Uang Beredar Lampaui Rp10 Ribu Triliun
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.