Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Mudik Terbalik” saat Imlek Populer di Kalangan Anak Muda Tiongkok

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 20:57 WIB | Oleh:
“Mudik Terbalik” saat Imlek Populer di Kalangan Anak Muda Tiongkok Doc: ANTARA/Xinhua/Yang Suping
Ket. Suasana Stasiun Kereta Nanjing di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Senin (2/2).

BEIJING, TIONGKOK - Tren mengajak orang tua ke kota perantauan alih-alih pulang ke kampung halaman semasa Imlek yang disebut fǎnxiàng guònián atau “mudik terbalik” kian populer di kalangan muda di Tiongkok.

Data Meituan Travel, platform penjualan tiket daring populer di Tiongkok, menunjukkan bahwa penjualan tiket pesawat untuk “mudik terbalik” pada 2026 meningkat 84 persen dibandingkan tahun 2025, dengan Beijing, Shanghai, dan Chengdu menjadi destinasi utama pada masa libur tahun baru Imlek.

Data yang lain menunjukkan bahwa pada masa libur Imlek tahun ini terjadi peningkatan signifikan angka perjalanan udara yang dilakukan warga berusia 60 tahun ke kota besar seperti Beijing (naik 40 persen), Chengdu (naik 31 persen), Tianjin (naik 30 persen), dan Guangzhou (27 persen).

Sejumlah kota besar di Tiongkok juga mengadakan kegiatan bagi warga yang tidak mudik dan mengakomodasi pengunjung yang “mudik terbalik” pada masa libur Imlek.

Di Shanghai, lebih dari 2.000 kegiatan budaya dan wisata akan digelar, sementara Beijing akan mengadakan kegiatan seperti festival lampion, pertunjukan budaya, dan bazar di 26 lokasi berbeda.

Topik terkait “mudik terbalik” di media sosial Weibo pada Senin (9/2) mencapai 2,2 juta tampilan, dan di platform Xiaohongshu sejumlah pengguna membagikan pengalaman mengajak orang tuanya “mudik terbalik” di tempat mereka merantau.

Seorang pengguna Xiaohongshu dari Henan yang bekerja di Shenzhen membagikan ceritanya mengajak orang tua “mudik terbalik” ke kota tempat dia bekerja sekaligus menghemat pengeluaran perjalanan, akomodasi, dan konsumsi.

Pengguna platform yang lain menyebut “mudik terbalik” lebih mudah karena tidak perlu berebut membeli tiket, tidak kelelahan melakukan perjalanan jauh dan mengunjungi rumah sanak saudara, dan bisa merayakan Imlek secara santai.

Menurut siaran media pemerintah Tiongkok, Wakil Direktur Pusat Penelitian Ekonomi di Central Tiongkok Normal University Hu Jiliang menyebut tren “mudik terbalik” dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih baik antara orang tua dan anak yang tinggal di perantauan serta meningkatkan perputaran uang di kota.

Mudik merupakan salah satu tradisi penting dalam perayaan tahun baru Imlek di Tiongkok.

Pada masa mudik Imlek 2026, diperkirakan ada 9,5 miliar perjalanan penumpang yang mencakup 540 juta perjalanan kereta api dan 95 juta perjalanan melalui jalur udara di Tiongkok. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.